Wujud kepedulian, Pullman Lombok salurkan bantuan darurat untuk Desa Wisata Sade
"Langkah ini diambil untuk mendukung proses pemulihan kawasan adat tersebut dapat berlangsung lebih cepat,"
Lombok Tengah (ANTARA) - Sebagai bentuk rasa memiliki dan kepedulian terhadap destinasi wisata penyangga KEK Mandalika, Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort bergerak cepat menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat Desa Wisata Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
"Langkah ini diambil untuk mendukung proses pemulihan kawasan adat tersebut agar dapat berlangsung lebih cepat," kata General Manager Pullman Lombok, Budi Wahjono di Lombok Tengah, Minggu.
Ia menyampaikan bahwa bantuan awal difokuskan pada kebutuhan mendesak masyarakat pascabencana. Setelah berkoordinasi langsung dengan Kepala Dusun (Kadus) setempat, pemenuhan kebutuhan konsumsi menjadi prioritas utama yang sangat dibutuhkan warga.
"Sade adalah destinasi wisata terdekat dari kami. Kami merasa memiliki ikatan yang kuat dan ingin Sade bisa cepat pulih. Begitu mendapat arahan mengenai kebutuhan riil di lapangan, tim kami langsung bergerak menyalurkan bantuan pangan," ujarnya.
Pada tahap awal, Pullman Lombok mendistribusikan 500 paket nasi kotak siap santap lengkap dengan lauk-pauk serta 22 boks air mineral. Untuk menjaga kualitas makanan dan memastikan bantuan tidak mubazir, skema pengiriman dibagi menjadi dua tahap, yakni untuk makan siang dan makan malam.
"Kami siap kapan saja, agar tidak mubazir, kami kirim dua tahap," tambahnya.
Tak hanya bantuan jangka pendek, Budi menegaskan pihaknya juga siap berkomitmen untuk bantuan jangka menengah, seperti penyediaan handuk, perlengkapan sanitasi, hingga kebutuhan logistik lainnya sesuai permintaan warga. Fleksibilitas ini diterapkan agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih dengan bantuan dari pihak lain.
"Dapur kami siap dan memiliki kapasitas produksi yang cepat. Jadi, kami menyesuaikan jumlahnya secara bertahap berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan. Kalau diproduksi sekaligus dalam jumlah terlalu banyak, dikhawatirkan justru sia-sia, apalagi ada potensi pihak lain yang juga ingin membantu," jelasnya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026