Wisata ke "danau surgawi" di Xinjiang
Oleh karena itu, kami tidak menggelar acara sepeda gunung, lari trail, atau festival tertentu untuk mempromosikan Danau Tianchi. Kisah danau ini sudah dikenal luas oleh masyarakat Tiongkok. Masyarakat dari berbagai daerah ingin datang dan melihat lan
Urumqi (ANTARA) - Pegunungan bersalju, gurun yang terik, padang rumput hijau, hingga danau berair jernih membentuk harmoni visual di barat Tiongkok. Xinjiang.
Bentang alam raksasa seluas 1,66 juta kilometer persegi itu merupakan wilayah administratif terluas di Tiongkok, mencakup hampir seperenam dari total daratan Negeri Tirai Bambu.
Kawasan bernama lengkap Daerah Otonomi Uighur Xinjiang ini kerap menjadi sorotan lembaga-lembaga HAM internasional terkait perlakuan terhadap warga etnis Uighur dan komunitas Muslim lainnya. Beijing, di sisi lain, dengan tegas membantah tuduhan tersebut.
Berdasarkan sensus 2020, etnis Uighur merupakan kelompok penduduk terbesar di Xinjiang, dengan populasi mencapai 11,62 juta jiwa atau sekitar 44,96 persen dari total penduduk.
Namun, di balik dinamika geopolitik yang kompleks, Xinjiang memiliki wajah lain yang tak kalah menarik, yakni bentang alamnya yang spektakuler.
Arsitektur alam Xinjiang dibentuk oleh tiga rangkaian pegunungan dan dua cekungan raksasa yang membentang di kawasan ini.
Di utara terdapat Pegunungan Altai dan Cekungan Junggar, yang di tengahnya membentang Gurun Gurbantünggüt, gurun pasir terbesar kedua di China.
Di selatan terdapat Pegunungan Kunlun, yang menjadi batas wilayah dengan Dataran Tinggi Tibet, serta Cekungan Tarim. Di tengah cekungan ini terbentang Gurun Taklamakan, gurun pasir terbesar di China.
Sementara itu, di bagian tengah terdapat rangkaian Pegunungan Tianshan yang membentang dari barat ke timur dan membelah Xinjiang menjadi dua bagian, utara dan selatan. Di jajaran Pegunungan Tianshan inilah Danau Tianchi berada.
Baca juga: "Pertemuan teh susu" gantikan rapat formal warga lintas etnis Xinjiang
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.