◐

WinPoin Ganti Sistem Komentar dari Disqus ke Remark42

Untuk pembaca setia WinPoin mungkin kamu sudah tahu bahwa selama ini kami menggunakan Disqus sebagai comment system-nya, alasannya tentu karena disqus merupakan salah satu platform populer dengan berbagai fitur menarik yang memungkinkan filter komentar, keamanan dan anti spam.

Namun, setelah cukup lama menggunakan Disqus sebagai sistem komentar, WinPoin akhirnya melakukan perubahan dengan beralih ke Remark42.

Nah sekilas mungkin perubahan ini terlihat sederhana dari sisi pembaca, tetapi ada alasan utama di balik keputusan tersebut, yaitu efisiensi biaya.

Kenapa Tidak Lagi Menggunakan Disqus?

TONTON JUGA:

Disqus memang sudah lama menjadi salah satu platform komentar populer untuk website, namun pengguna penggunaan layanan tersebut memiliki biaya jika ingin mendapatkan fitur dan paket berbayar tertentu. Disqus sendiri saat ini menyediakan beberapa paket berbayar seperti Plus, Pro, dan Business.

Nah meskipun ada versi free, WinPoin menggunakan versi berbayar Plus karena memang membutuhkan beberapa fiturnya, termasuk agar bebas iklan dan ada seat untuk moderator tambahan.

Dan akhirnya daripada biaya tersebut terus dialokasikan untuk layanan komentar, WinPoin memilih untuk melakukan penghematan dan mengalihkan anggaran tersebut ke kebutuhan lain yang dianggap lebih penting untuk pengembangan website.

Jadi, keputusan ini bukan karena Disqus tiba-tiba tidak bisa digunakan, tetapi lebih kepada mengoptimalkan pengeluaran operasional.

Dan jika kamu perhatikan, selama dua hari terakhir, mungkin itu adalah masa paling penting di WinPoin karena memang kolom komentarnya benar benar menghilang, dan mungkin ada sebagian pembaca juga bertanya, kemana sih kolom komentarnya?,

Nah dibalik itu semua, proses setup dan migrasi sebenarnya sedang dilakukan guys, yang mana migrasi tersebut mencakup semua komentar yang sudah ada selama 10 tahun kebelakang, setidaknya ada 190 ribuan lebih komentar yang dimigrasikan, sehingga komentar kamu semua tetap ada untuk dibaca, nah untuk teknisnya sih nanti mungkin dibuat video oleh mas febian ya, jadi tunggu saja di channel Kepoin Tekno.

Kenapa Memilih Remark42?

Remark42 merupakan comment engine yang bisa self-hosted sehingga sistem komentar dapat dijalankan di server sendiri tanpa harus bergantung sepenuhnya pada layanan pihak ketiga, selain itu Remark42 juga dirancang cukup ringan dan mendukung deployment menggunakan Docker.

Bahkan kabarnya, cukup dengan memory 80 MB saja, Remark42 sudah bisa berjalan dengan sempurna, jadi inilah alasannya guys.

Selain itu, menariknya, Remark42 juga memiliki fitur untuk melakukan import komentar dari Disqus, jadi komentar lama tidak harus hilang begitu saja ketika melakukan migrasi, dari sisi fitur, Remark42 juga memiliki fitur seperti nested comments, voting, moderation, Markdown, login melalui beberapa provider, notifikasi, hingga export data.

Dari sisi privacy, Remark42 memang sejak awal dikembangkan sebagai privacy-focused commenting engine, dimana sistem ini tidak menggunakan tracking maupun third-party analytics untuk menganalisis aktivitas pengguna.

Bahkan ketika pengguna melakukan login melalui Google, Microsoft, GitHub, Apple, atau provider lainnya, Remark42 hanya meminta informasi yang dianggap diperlukan. Informasi tambahan yang diberikan oleh authentication provider akan langsung dibuang dan tidak disimpan.

Nah secara umum, Remark42 pada dasarnya hanya menyimpan beberapa informasi seperti user ID, username, dan avatar link, yang kemudian ID dan username tersebut di-hash, sementara avatar diproses melalui proxy, jadi dari sisi data harusnya sangat aman ya, dan karena bersifat open source, kita bahkan bisa cek kodingan dari Remark42 itu sendiri dari project GitHub berikut.

Selain itu, hal lain yang cukup menarik adalah Remark42 tidak menggunakan cross-site login, yang berarti aktivitas pengguna di satu website yang menggunakan Remark42 tidak dapat digunakan untuk menganalisis perilaku pengguna di website Remark42 lainnya.

Ada Perubahan yang Mungkin Terasa

Karena menggunakan sistem yang berbeda, tampilan dan beberapa fitur komentar mungkin terasa sedikit berbeda dibandingkan sebelumnya, namun secara fungsi dasar, pembaca tetap bisa memberikan komentar dan berdiskusi seperti biasa.

Bahkan dengan menggunakan sistem self-hosted, WinPoin juga memiliki kontrol yang lebih besar terhadap data dan konfigurasi comment system tersebut.

Untuk kamu yang sudah terbiasa dengan Disqus Comment, mohon maaf ya, karena kedepannya kamu jadi harus membiasakan diri dengan perubahan ini, bukan tidak ingin untuk tetap menggunakan disqus yang memang sejak awal kami gunakan, tapi memang perubahan ini diperlukan agar WinPoin tetap bisa berjalan.

Opsi Login

Nah untuk sekarang opsi login baru tersedia login via gmail dan email hotlink, namun kedepannya diusahakan akan tersedia opsi login lain seperti Telegram atau Microsoft, jadi stay tune saja ya.

Jadi Bukan Sekadar Ganti Platform

Bagi kami, perubahan dari Disqus ke Remark42 bukan sekadar mengganti tampilan komentar, namun ini juga menjadi bagian dari upaya mengurangi biaya operasional website, sekaligus memanfaatkan infrastructure yang sudah tersedia untuk menjalankan layanan yang bisa berdiri sendiri.

Dengan biaya yang berhasil dihemat, anggaran tersebut nantinya bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih berhubungan dengan pengembangan dan keberlangsungan WinPoin.

Jadi kalau kamu melihat tampilan komentar WinPoin sekarang sedikit berbeda, itulah alasan di baliknya guys.

Terima kasih atas pengertiannya teman teman semua, mohon maaf atas perubahan ini ya.


Catatan Penulis : WinPoin sepenuhnya bergantung pada iklan untuk tetap hidup dan menyajikan konten teknologi berkualitas secara gratis — jadi jika kamu menikmati artikel dan panduan di situs ini, mohon whitelist halaman ini di AdBlock kamu sebagai bentuk dukungan agar kami bisa terus berkembang dan berbagi insight untuk pengguna Indonesia. Kamu juga bisa mendukung kami secara langsung melalui dukungan di Saweria. Terima kasih.

Written by

Gylang Satria

Tech writer yang sehari‑hari berkutat dengan Windows 11, Linux, dan Samsung S24. Punya pertanyaan atau butuh diskusi? Tag @gylang_satria di Disqus. Untuk kolaborasi, email saja ke [email protected]

Post navigation

Previous Post