WBA naikkan status juara Carace dan Samedov

WBA naikkan status juara Carace dan Samedov

Kamis, 10 September 2026 11:56 WIB

Image Print

Foto petinju juara dunia kelas super bulu World Boxing Association (WBA) Elnur Samedov (kiri) dan juara WBA Super Anthony Carace (kanan) dalam media sosial yang dipantau di Jakarta, Kamis (10/9/2026). (Akun Instagram resmi Elnur Samedov @elnur_samedov93)

Jakarta (ANTARA) - World Boxing Association (WBA) menaikkan status juara dunia kelas super bulu Anthony Carace menjadi juara WBA Super dan Elnur Samedov dari juara sementara (interim) menjadi juara dunia di kelas tersebut.

"Keputusan ini menetapkan arah baru bagi divisi tersebut mengingat keadaan yang mencegah penyelenggaraan pertarungan wajib antara kedua petinju secara langsung," demikian pernyataan WBA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Cacace akan diizinkan untuk melakukan pertahanan sukarela melawan petinju peringkat WBA sebelum 31 Desember 2026, berpotensi melawan Nick Ball.

Selanjutnya, pemenang pertarungan tersebut akan diwajibkan untuk mempertahankan Kejuaraan Super melawan Elnur Samedov, yang akan memegang status juara, dalam pertarungan wajib.

WBA menyatakan bahwa pertarungan harus berlangsung di wilayah netral, di tempat yang disetujui oleh semua pihak yang terlibat, dan pada tanggal yang akan ditentukan oleh Komite Kejuaraan WBA.

Resolusi tersebut selanjutnya menetapkan bahwa, setelah pertarungan antara Cacace dan lawannya selesai, pemenang akan memiliki waktu 12 hari untuk mengkonfirmasi partisipasinya dalam pertarungan wajib melawan Samedov.

Selain itu, WBA menetapkan bahwa syarat dan ketentuan pertarungan, termasuk potensi pembagian persentase hadiah jika terjadi penawaran hadiah, akan ditetapkan melalui resolusi terpisah, dengan mempertimbangkan keseimbangan kepentingan kedua petarung, keadilan, dan transparansi.

Resolusi tersebut juga menetapkan bahwa tidak akan diberikan izin khusus tambahan sampai pertarungan wajib telah berlangsung atau para pihak telah mencapai kesepakatan. Demikian pula, tidak ada pertarungan penyatuan gelar yang dapat berlangsung selama divisi tersebut tidak memiliki juara tunggal.

Samedov, di pihak lain, diangkat menjadi juara dan juga akan diizinkan untuk berpartisipasi dalam pertandingan sesuai dengan jadwal yang ditetapkan dalam resolusi tersebut. Semua aturan dan peraturan WBA yang berlaku akan terus mengatur aktivitasnya sebagai juara.

WBA menjelaskan bahwa resolusi ini bermula dari perintah yang dikeluarkan oleh Komite Kejuaraan WBA pada tanggal 2 Juni, ketika pertarungan wajib diperintahkan antara Cacace, yang saat itu merupakan juara divisi tersebut, dan Samedov, yang memegang Kejuaraan Interim.

Negosiasi dilakukan oleh Queensberry Promotions, yang mewakili Cacace, dan Titov Boxing Promotions, yang mewakili Samedov. Namun, kedua pihak tidak dapat mencapai kesepakatan yang pasti.

Kontrak yang diajukan oleh Queensberry pada pertengahan Juli mempertimbangkan untuk menggelar pertandingan tersebut di Irlandia Utara, Britania Raya.

Situasi menjadi lebih rumit ketika Dewan Kontrol Tinju Inggris atau BBBC menolak permintaan Samedov untuk bertanding di Inggris Raya. Keputusan tersebut kemudian ditegakkan oleh otoritas Inggris setelah meninjau dokumentasi terkait kewarganegaraan dan tempat tinggal petinju tersebut. Akibatnya, negosiasi antara kedua promotor ditangguhkan.

Pada tanggal 17 Agustus, Queensberry Promotions meminta izin khusus dari WBA berdasarkan Aturan C.40 agar Cacace dapat melakukan pertahanan sukarela sementara situasi seputar pertarungan wajib sedang diselesaikan.

Permohonan tersebut berargumen, antara lain, bahwa hambatan untuk menggelar pertarungan tersebut disebabkan oleh keputusan regulasi dari BBBC dan bukan dari tindakan sang juara atau promotornya.

Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026