Warga Protes Listrik Mahal-Air Kering, Malah Ditawari Festival Bawang

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah proyek data center raksasa milik Amazon di kota Gilroy, California, telah berlangsung selama 5 tahun tanpa sepengetahuan warga. Warga baru menyadari keberadaan proyek itu saat bangunan sudah mulai terlihat.

Laporan The Wall Street Journal yang dikutip Futurism pada Selasa (11/8/2026), menyatakan Amazon memanfaatkan peraturan tata kota yang diterbitkan 45 tahun lalu untuk membangun fasilitas yang luasnya melebihi 4 hektare di lahan seluas 56 hektare. Aturan lama itu mengizinkan pembangunan industri di sepanjang jalan tol tanpa perlu persetujuan warga atau pemungutan suara terbanyak. Hanya seorang pejabat kota yang memberi izin.

"Sebagian besar warga baru mengetahui proyek ini setelah pembangunannya dimulai," ujar Coleen Crew, seorang guru sekolah dasar di Gilroy, dalam rapat dewan kota seperti dikutip WSJ.

Ketika seorang warga bernama Rosa Rodriguez berusaha menyampaikan keberatan terkait dampak lingkungan dan pasokan air yang makin kering, petugas kota justru memberitahu masa tanggapan publik sudah ditutup sejak September 2024, jauh sebelum warga mengetahui proyek itu ada.

Pilihan Redaksi

Warga menentang proyek itu karena data center memakan daya listrik yang luar biasa besar sehingga berpotensi menaikkan tarif listrik warga. Selain itu, data center diketahui berdampak terhadap emisi gas rumah kaca, menimbulkan kebisingan yang mengganggu, serta menguras pasokan air.

Fasilitas ini diperkirakan menghabiskan daya 49 megawatt atau setara dengan konsumsi listrik 20.000 rumah serta mengonsumsi 7,5 juta galon air per tahun.

Walikota Gilroy justru membandingkan data center itu dengan gudang pangan yang sebelumnya dibangun tanpa protes warga.

"Mereka tidak keberatan saat pusat distribusi pangan dibangun tanpa dilibatkan, namun sekarang keberatan saat data center dibangun tanpa pelibatan warga," ujarnya.

Warga Dibujuk, Tapi Tetap Menolak

Setelah ketahuan, Amazon berusaha melunakkan kemarahan warga dengan menjanjikan saluran air limbah baru, pendapatan pajak, lapangan kerja konstruksi, hingga mensponsori festival bawang putih tahunan kota tersebut. Namun warga tetap menuntut agar mereka diberi tahu sejak awal untuk proyek sebesar itu.

Pihak Amazon mengakui telah mengikuti prosedur perizinan yang berlaku untuk lahan industri, namun mengakui seharusnya lebih awal melibatkan warga.

"Kami telah bertemu langsung dengan warga dan mengadakan pertemuan terbuka untuk mendengar masukan," kata Roger Wehner, wakil presiden pengembangan ekonomi Amazon Web Services.

Kini pejabat kota sedang mempertimbangkan mengubah aturan perizinan agar proyek besar wajib mengadakan pertemuan warga sebelum izin dikeluarkan.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]