◐

Warga Kotim kembali temukan hewan dilindungi dari lahan terbakar

Warga Kotim kembali temukan hewan dilindungi dari lahan terbakar

Selasa, 29 September 2026 15:29 WIB

Image Print

Warga Kotim serahkan seekor trenggiling kepada petugas BKSDA, Minggu (27/9/2026). ANTARA/HO-BKSDA Sampit.

Sampit (ANTARA) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, kembali menerima satwa dilindungi yang ditemukan warga dari sekitar lahan terbakar di ruas jalan Kecamatan Parenggean.

Satwa dilindungi jenis Trenggiling yang diserahkan itu ditemukan warga bernama Hendi di jalan aspal menuju Parenggean, kata Komandan BKSDA Resort Sampit Muriansyah di Sampit, Senin.

"Lokasi penemuannya merupakan kawasan hutan dan semak belukar yang sudah habis terbakar," ucapnya.

Ia menyampaikan, trenggiling tersebut ditemukan warga pada Jumat (25/9) malam. Mengetahui bahwa satwa tersebut termasuk satwa liar yang dilindungi Undang-undang, warga bernama Hendi mengambil langkah untuk mengamankan satwa tersebut sebelum melaporkannya kepada BKSDA Kalteng melalui layanan call center pada Sabtu siang.

Selain melalui call center, Hendi juga menghubungi petugas BKSDA Resort Sampit melalui sambungan telepon untuk menyampaikan informasi mengenai penemuan trenggiling tersebut.

"Setelah dilakukan komunikasi dengan petugas, disepakati serah terima trenggiling dilakukan di simpang Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu," ujarnya.

Proses serah terima kemudian dilaksanakan pada Minggu (27/9) sekitar pukul 15.20 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung dengan baik dan trenggiling langsung diserahkan kepada petugas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Muriansyah menyebutkan, trenggiling yang diserahkan warga memiliki berat sekitar 10 kilogram. Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan luka bakar maupun luka lainnya pada bagian tubuh satwa tersebut.

Kondisi itu menjadi perhatian karena trenggiling ditemukan di sekitar kawasan yang telah terbakar. Satwa liar yang hidup di habitat hutan dan semak belukar dapat terdampak langsung ketika terjadi kebakaran, baik akibat kehilangan tempat berlindung maupun perubahan kondisi habitat.

Setelah proses serah terima, trenggiling tersebut dibawa ke Palangka Raya untuk menjalani penanganan dan persiapan sebelum dikembalikan ke habitat yang sesuai.

Trenggiling merupakan salah satu satwa liar yang menghadapi berbagai ancaman di habitatnya. Karena itu, penyelamatan individu satwa dan pengembalian ke habitat yang sesuai menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan populasi satwa liar di alam.
BKSDA Resort Sampit pun mengapresiasi Hendi dan keluarganya yang telah memilih mengamankan satwa tersebut dan melaporkannya kepada petugas.

Penyelamatan satwa oleh masyarakat menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kelestarian lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab petugas konservasi, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Saudara Hendi yang sudah peduli terhadap kelestarian satwa liar dengan mengamankan dan menyerahkan trenggiling kepada BKSDA," ucapnya.

Muriansyah berharap kepedulian serupa dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama ketika menemukan satwa liar yang terluka, terancam, atau keluar dari habitatnya.

Ia mengimbau warga yang menemukan satwa liar dilindungi agar tidak mengambil tindakan sendiri yang berisiko terhadap keselamatan satwa. Warga dapat segera menghubungi petugas BKSDA untuk mendapatkan penanganan sesuai prosedur konservasi.

Pewarta : Devita Maulina
Uploader: Admin 3
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.