Wamenhut: Perlindungan hutan mangrove beri dampak sosial-ekonomi - ANTARA News Ambon, Maluku
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki menilai program rehabilitasi dan perlindungan kawasan hutan mangrove terbukti memberikan dampak sosial-ekonomi yang nyata bagi masyarakat pesisir dan berdampak positif untuk perbaikan lingkungan.
“Dukungan kolaboratif ini telah menciptakan lapangan kerja bagi 64.386 orang, mendukung lahirnya 63 Peraturan Desa tentang perlindungan dan pengelolaan ekosistem mangrove, serta menyalurkan hibah usaha masyarakat sebesar Rp16,29 miliar,” kata Wamenhut dikutip dari keterangannya di Jakarta, Selasa.
“Ini menunjukkan bahwa rehabilitasi mangrove mampu memulihkan ekosistem sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara langsung,” ujarnya menambahkan.
Atas dasar itulah, Wamenhut menggarisbawahi tiga pilar utama yang menjadi pondasi keberlanjutan ekosistem mangrove ke depan.
“Oleh karena itu, komitmen, kolaborasi dan inovasi dari seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan dalam melestarikan ekosistem mangrove,” ujarnya.
Langkah strategis Kementerian Kehutanan (Kemenhut) ini sejalan dengan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2025 dan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM) Nasional 2026-2055.
Selain itu, langkah ini sekaligus menjadi wujud nyata eksekusi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam menyelaraskan kehidupan yang harmonis dengan alam, mengoptimalkan blue carbon, serta mendorong pertumbuhan ekonomi hijau berbasis masyarakat pesisir.
Sementara itu, Kemenhut terus menegaskan peran sentralnya dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir Indonesia.
Dari total 3,45 juta hektare mangrove nasional yang merepresentasikan sekitar 23 persen dari total mangrove dunia berdasarkan Peta Mangrove Nasional Tahun 2025, seluas 2,73 juta hektare atau sekitar 80 persen berada di dalam Kawasan Hutan yang menjadi tanggung jawab langsung Kemenhut.
Wamenhut memaparkan rekam jejak dan langkah konkret Kemenhut dalam pemulihan ekosistem. Hingga akhir tahun 2025, Kemenhut bersama para mitra telah berhasil merehabilitasi mangrove seluas 91.678 hektare.
Meneruskan komitmen tersebut, pada tahun 2026 Kemenhut menargetkan rehabilitasi pada lebih dari 17.000 hektare di berbagai wilayah Indonesia melalui kolaborasi lintas mitra pembangunan.
Beberapa di antaranya seperti Mangroves for Coastal Resilience (M4CR), Forest Programme VI, Japan International Cooperation Agency (JICA), hingga Nature-based Solutions for Climate-Smart Livelihoods in Mangrove Landscapes (Nasclim).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Wamenhut: Perlindungan hutan mangrove beri dampak sosial-ekonomi
Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Uploader : Moh Ponting
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.