Wamen P2MI dorong perguruan tinggi bangun Migrant Center - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Dzulfikar Ahmad Tawalla mendorong perguruan tinggi di Indonesia membangun Migrant Center untuk menyiapkan pekerja migran yang kompeten dan memenuhi kebutuhan tenaga kerja formal di luar negeri.
Dzulfikar saat peresmian Migrant Center Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura), Sabtu mengatakan pemerintah tengah mendorong pengembangan Migrant Center di lebih banyak perguruan tinggi, sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem penempatan pekerja migran Indonesia secara formal.
"Kami baru saja melakukan rapat dengan sekitar 23 perguruan tinggi terkait pengembangan fasilitas ini," ujarnya.
Menurut dia, sejumlah perguruan tinggi negeri dan swasta telah memiliki fasilitas serupa, di antaranya Universitas Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Lambung Mangkurat.
"Dari yang fasilitasnya kurang lebih mirip dengan yang dimiliki Umsura, ada sekitar delapan kampus," katanya.
Ia berharap semakin banyak perguruan tinggi yang memiliki Migrant Center sehingga kebutuhan tenaga kerja formal di luar negeri dapat dipenuhi sumber daya manusia yang telah memperoleh pembekalan secara baik.
"Kita berharap ke depannya bisa semakin banyak sehingga upaya dari pemerintah yang hari ini dipimpin oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan ekosistem penempatan formal ke depannya bisa segera kita realisasikan dan wujudkan," ujar Dzulfikar.
Sementara itu, Rektor Umsura Prof Mundakir mengatakan program Migran Center tersebut tidak hanya ditujukan bagi mahasiswa Umsura.
Ke depan, pihaknya akan bekerja sama dengan sekolah menengah, khususnya SMA dan SMK, untuk menjaring calon peserta.
"Karena ini adalah bagian dari program vokasi Go Global, nanti kita akan bekerja sama dengan SMK, SMA, terutama lulusan SMK dan SMA untuk segera mendaftar dalam program ini," kata Prof Mundakir.
Program tersebut juga terbuka bagi lulusan Diploma 3 (D3) dan Strata 1 (S1), terutama mereka yang ingin memperoleh pembekalan sebelum bekerja di luar negeri.
Pada tahap awal, Umsura menargetkan 200 calon peserta mengikuti program tersebut. Perekrutan ditargetkan mulai dilakukan tahun ini, dengan koordinasi dan penjaringan calon peserta pada September 2026.
Bidang keterampilan yang disiapkan meliputi caregiver, professional nurse, konstruksi, operasional, serta berbagai keterampilan teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan pengguna tenaga kerja di luar negeri.
Untuk mendukung kemampuan bahasa calon pekerja migran, Migrant Center Umsura menyiapkan pembelajaran bahasa Inggris, Mandarin, Jepang, dan Jerman.
Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.