Wali Kota Samarinda setujui penataan pasar pagi tingkatkan layanan perdagangan - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Andi Harun, menyetujui progres penataan kawasan Pasar Pagi, termasuk pembangunan area khusus bongkar muat barang, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kawasan perdagangan di Kota Samarinda.

Andi Harun di Samarinda, Sabtu, menegaskan bahwa proyek revitalisasi ini harus berjalan beriringan dengan perputaran ekonomi warga.

Ia meminta tim teknis memastikan bahwa pengerjaan fisik tidak sampai mematikan usaha mikro di sekitar lokasi proyek.

"Seluruh proses pembangunan tetap memperhatikan aktivitas para pedagang sehingga roda perekonomian dapat terus berjalan dengan baik. Yang terpenting, pembangunan ini jangan sampai mengganggu operasional toko-toko di sekitarnya," tegas Andi Harun.

Pemkot Samarinda mengklarifikasi bahwa penataan ulang pasca pembangunan gedung baru ini bukan bertujuan untuk membongkar fisik bangunan.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah memperbaiki sistem zonasi pedagang, mengurai dampak kemacetan dan menuntaskan infrastruktur logistik penunjang.

Terdapat empat evaluasi krusial yang mendasari penataan berkelanjutan ini, yakni pembenahan zonasi dan sistem aplikasi, ketertiban koridor pengunjung, mengurai kemacetan dan pemberantasan mafia lapak.

Melalui penataan yang komprehensif dan berkelanjutan ini, Pemkot Samarinda optimis Pasar Pagi akan bertransformasi menjadi pusat perdagangan yang modern, tertib, aman, dan representatif, sekaligus mampu memperkuat daya saing ekonomi Kota Samarinda di tingkat regional.

Pasar Pagi Samarinda merupakan pasar tradisional tertua di Samarinda yang berdiri sejak pertengahan tahun 1940-an dengan memanfaatkan tepi Sungai Mahakam sebagai jalur logistik kapal pedalaman.

Seiring perkembangannya, fungsi pasar ini bergeser dari pasar induk menjadi pusat grosir konveksi dan perhiasan setelah berdirinya Pasar Segiri pada tahun 1978.

Pewarta: Arumanto
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.