Wali Kota Mataram mengajak ciptakan lingkungan aman dan sehat
Mataram (ANTARA) - Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengajak masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih agar setiap anak dapat tumbuh, belajar, serta mengembangkan potensi terbaiknya.
"Anak adalah harapan, penerus, dan kekuatan bangsa di masa depan. Anak terlindungi, Indonesia maju," katanya usai kegiatan upacara peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 di Lapangan Sangkareang, Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Kamis.
Kegiatan upacara HAN ke-42 itu diikuti ribuan peserta dari berbagai kalangan, selain jajaran pejabat, Forkopimda, aparatur sipil negara (ASN), juga diikuti guru dan perwakilan siswa dari sejumlah sekolah se-Kota Mataram.
Dengan semangat "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", wali kota mengajak semua masyarakat untuk wujudkan generasi yang cerdas, sehat, berkarakter, dan berdaya saing.
"Kami mengajak seluruh elemen bangsa bersatu memenuhi hak-hak anak demi mewujudkan Indonesia Emas 2045," katanya.
Sementara dalam sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Arifatul Choiri Fauzi yang dibacakan oleh Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana saat menjadi Inspektur Upacara Peringatan HAN ke-42 tingkat Kota Mataram, mengatakan, setiap anak merupakan pribadi yang berharga yang memiliki hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, serta berpartisipasi sesuai dengan usia dan tingkat kematangannya.
"Perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata," katanya.
Akan tetapi, dibutuhkan kolaborasi dan gotong royong seluruh elemen bangsa, dimulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah.
Apalagi, katanya, tantangan yang dihadapi anak saat ini semakin kompleks karena selain ancaman kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, penelantaran, perkawinan anak, dan perundungan di lingkungan sekitar, perkembangan teknologi juga menghadirkan risiko baru di ruang digital.
Oleh karena itu, perlindungan anak di ruang digital kini menjadi sangat penting dan mendesak.
"Pemerintah, orang tua, pendidik, dan penyelenggara platform digital harus bekerja sama menciptakan ekosistem internet yang aman, sehat, dan ramah anak," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026