Wali Kota Banjarmasin bergerak cepat atasi jembatan putus di Mantuil - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarmasin (ANTARA) - Wali Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan H Muhammad Yamin HR  bergerak cepat mengatasi jembatan putus di kawasan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan yang terjadi pada Minggu siang.

Wali Kota Banjarmasin turun ke lokasi bersama Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel Czi Slamet Riyadi dan Komandan Denzipur 8/Gawi Manuntung Kapten Czi Try Aviyananto Wirawan untuk menyiapkan jembatan Bailey sebagai akses sementara agar aktivitas warga tetap dapat berjalan.

Yamin mengatakan, jembatan Bailey akan dimobilisasi menuju lokasi pada hari ini untuk segera dirakit dan dipasang. Jembatan sementara tersebut dapat digunakan sepeda motor dan mobil kecil, sedangkan kendaraan berat seperti truk tidak diperbolehkan melintas.

“Sore ini atau malam ini akan dimobilisasi jembatan Bailey yang sementara untuk bisa akses naik motor sama mobil kecil. Truk tidak bisa,” ujarnya.

Dia berharap proses mobilisasi dan pemasangan dapat dilakukan secepatnya sehingga akses warga kembali terbuka.

“Mudah-mudahan malam ini sudah sampai barang-barangnya, nanti dirakit. Mudah-mudahan besok sudah bisa aktivitas kembali,” katanya.

Menurut Yamin, jembatan Mantuil merupakan salah satu akses penting bagi masyarakat di kawasan tersebut. Ambruknya jembatan berdampak terhadap warga yang selama ini menggunakan akses tersebut dalam aktivitas sehari-hari.

“Ada sekitar dua belas RT yang sementara tidak bisa mengakses daerah ini. Kami akan berusaha mencari solusi. Dengan jembatan ini setidaknya masyarakat bisa kembali beraktivitas,” ujar Yamin.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin perluas akses pasar IKM dan UMKM ke ritel modern

Penyiapan jembatan Bailey dilakukan melalui koordinasi Pemerintah Kota Banjarmasin dengan jajaran TNI. Yamin menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI, khususnya Pangdam XII/Tambun Bungai, atas dukungan peminjaman jembatan Bailey untuk membantu pemulihan akses warga.

“Atas nama pribadi dan masyarakat, saya mengucapkan terima kasih atas peminjaman jembatan Bailey ini sehingga masyarakat sekitar bisa lebih cepat mendapatkan akses kembali,” ucapnya.

Yamin menegaskan, jembatan Bailey merupakan solusi sementara. Pemerintah Kota Banjarmasin akan melakukan penanganan lanjutan terhadap Jembatan Mantuil dengan mempertimbangkan hasil pemeriksaan dan kajian teknis.

Ia juga meminta kondisi jembatan-jembatan yang berada di Kota Banjarmasin menjadi perhatian, terutama jembatan yang telah lama digunakan masyarakat dan memiliki fungsi penting sebagai akses warga.

“Ini menjadi salah satu pelajaran bagi kita. Pemerintah daerah juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi jembatan yang ada di Kota Banjarmasin. Harus benar-benar dicek dan diperhatikan, apalagi jembatan ini sudah digunakan masyarakat cukup lama,” katanya.

Menurut Yamin, pemeriksaan kondisi jembatan perlu dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan aspek keselamatan masyarakat serta menentukan langkah penanganan yang tepat.

“Ini tentunya akan ada perhitungan-perhitungan teknisnya lagi,” tambahnya.

Terkait penyebab ambruknya Jembatan Mantuil, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan faktor yang menyebabkan struktur jembatan runtuh. Pemerintah tidak ingin mengambil kesimpulan sebelum kajian teknis dilakukan.

Untuk sementara, pemerintah memprioritaskan pemulihan akses masyarakat melalui jembatan Bailey. Mobilisasi dan pemasangan jembatan sementara diupayakan secepat mungkin agar warga dapat kembali beraktivitas, sembari proses penanganan permanen disiapkan.

Yamin juga mengimbau masyarakat untuk bersabar dan mengikuti pengaturan akses selama proses pemasangan jembatan sementara berlangsung.

“Kita sekali lagi turut prihatin dan berharap masyarakat bersabar. Alhamdulillah hari ini sudah ada solusi sementara berupa peminjaman jembatan Bailey,” demikian kata Yamin.
 

Pewarta: Sukarli
Editor : Firman

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.