Wagub Gorontalo soroti kelengkapan gizi menu MBG - ANTARA News Gorontalo

Gorontalo (ANTARA) - Wakil Gubernur (Wagub) Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menyoroti kelengkapan gizi menu Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya pemenuhan sayuran dan protein, saat meninjau pelaksanaan program tersebut di SMA Negeri 1 Tapa, Kabupaten Bone Bolango, Jumat.

Peninjauan itu dilakukan bersama tim Satgas MBG sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program serta kinerja Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani siswa di wilayah tersebut.

Idah mengatakan menu yang disajikan sudah memiliki sejumlah komponen pangan, namun masih perlu diperbaiki agar memenuhi kebutuhan gizi siswa, terutama anak usia sekolah yang masih berada dalam masa pertumbuhan.

“Dari hasil pantauan hari ini, bersama tim Satgas MBG kami melihat, angka kecukupan gizi masih sangat kurang untuk anak usia masa pertumbuhan, khususnya anak SMA kelas 3. Karena menu hari ini hanya ada telur, tahu isi, nasi, kemudian buah lengkeng,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tidak terlihatnya sayuran secara langsung dalam menu yang disajikan kepada siswa. Setelah diperiksa, sayuran ternyata menjadi bagian dari isian tahu yang diberikan.

“Tadi saya lihat menunya tidak ada sayur, tetapi ternyata ada tahu isi yang isinya itu sayur. Oh, jadi sepertinya ini sayurnya tersembunyi,” kata Idah sambil bercanda.

Meski demikian, ia mengapresiasi beberapa komponen makanan yang telah disediakan, terutama nasi dan buah. Menurutnya, keberagaman menu perlu menjadi perhatian agar kebutuhan gizi siswa dapat terpenuhi secara lebih optimal.

“Alhamdulillah, buahnya bagus, nasinya cukup. Tetapi itu saja diperbaiki mengenai penambahan sayur. Jangan lupa juga angka proteinnya, protein nabati, protein hewani, kemudian sayur-sayuran,” katanya menegaskan.

Idah meminta SPPG yang bertanggung jawab terhadap SMA Negeri 1 Tapa dan sekolah di sekitarnya melakukan evaluasi terhadap komposisi menu MBG, termasuk memastikan kecukupan protein hewani dan nabati serta sayuran.

Selain kandungan gizi, ia mengingatkan agar pelaksanaan MBG di Gorontalo memperhatikan keamanan pangan, sehingga tidak menimbulkan persoalan kesehatan bagi penerima manfaat.

Ia juga meminta evaluasi terhadap pemberian susu dalam program MBG. Menurut dia, dalam pemantauan sebelumnya, siswa masih mendapatkan susu, namun pada pelaksanaan kali ini komponen tersebut tidak terlihat.

“Ini juga penting untuk dievaluasi. Nanti minggu ini akan saya lihat. Karena biasanya kan ada susu, apalagi untuk anak-anak SD,” katanya lagi.

SMA Negeri 1 Tapa memiliki sebanyak 476 siswa yang menjadi penerima manfaat program MBG. Pelaksanaan program di sekolah tersebut berada di bawah naungan SPPG yang berlokasi di Kecamatan Bulango Timur.

Pewarta: Faradila Alim
Editor : Debby H. Mano

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.