◐

Usia Berapa Anak Mulai Coba Makanan Pedas?

Jakarta -

Anak sering kali penasaran dan ikut ingin mencoba saat orang tuanya sedang makan makanan pedas. Nah, usia berapa anak mulai bisa mencoba makanan pedas? 

Biasanya orang tua memilih untuk menunda dulu pemberian makanan pedas dan berbumbu rempah, setidaknya sampai anak berusia 1 tahun ke atas.

Tujuannya untuk menjaga sistem pencernaan anak, yang dianggap masih belum berkembang sepenuhnya pada usia dini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Usia berapa yang aman memperkenalkan makanan pedas?

Pada dasarnya, tidak ada aturan baku yang menetapkan bahwa anak harus menunggu usia tertentu untuk mengenal rasa dari rempah dan bumbu. 

Namun dikutip dari Baby Center, Bunda dapat memperkenalkan berbagai rempah-rempah segera setelah bayi mulai makan makanan yang dapat dipegang sendiri. Hal ini biasanya sekitar usia 8 hingga 10 bulan.

Rempah-rempah tersebut misalnya seperti kunyit dan jintan, herba seperti basil, oregano, dan thyme, atau dengan menambahkan sedikit makanan bercita rasa kuat seperti bawang bombai, bawang putih, dan jahe.

Semua bahan tersebut tidak hanya menambah cita rasa pada makanan bayi, tetapi juga tekstur dan warna. Namun, tunggulah hingga bayi setidaknya berusia 1 tahun sebelum menambahkan bumbu yang lebih 'kuat' seperti kari dan cabai ke dalam pola makan anak.

Anak di bawah usia 1 tahun masih dalam tahap mengenal makanan dasar dan lebih rentan mengalami reaksi serta sensitivitas terhadap makanan.

Apa yang perlu diperhatikan orang tua?

Hal yang tak kalah penting diperhatikan adalah kesiapan makan anak, jenis bahan yang digunakan, serta seberapa pedas makanan tersebut.

Selain itu, sesuaikan juga porsinya, Bunda. Pada tahap perkenalan, makanan yang terlalu pedas juga sebaiknya tidak langsung diberikan dalam jumlah banyak.

Hal ini dikhawatirkan dapat dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada saluran pencernaan Si Kecil.

Bahan asupan pedas yang aman untuk anak

Tak hanya cabai, anak juga dapat diperkenalkan secara bertahap pada berbagai bumbu dan rempah yang memberikan rasa serta aroma khas pada makanan. Beberapa bahan yang dapat digunakan dalam jumlah kecil antara lain:

1. Cabai

Cabai mengandung capsaicin, yaitu senyawa yang memberikan sensasi panas atau pedas. Cabai dapat dikenalkan dalam jumlah sangat sedikit ketika anak sudah siap mengonsumsi makanan padat. 

Perhatikan respons anak saat mencoba makanan pedas. Jika ia tampak tidak nyaman atau sakit perut sesudahnya, sebaiknya hindari memaksa mereka menghabiskan makanannya.

2. Paprika

Paprika, terutama yang tidak pedas, dapat menjadi pilihan untuk mengenalkan rasa dan aroma khas keluarga tanaman cabai tanpa sensasi panas yang kuat. 

Sedikit paprika juga dapat dimasukkan ke dalam berbagai menu seperti tumisan, sup, telur, atau makanan yang teksturnya sudah sesuai dengan kemampuan anak.

3. Lada

Lada dapat digunakan sebagai bumbu dalam jumlah sedikit untuk memberikan rasa gurih dan hangat pada makanan. Sebaiknya hindari gunakan terlalu banyak lada pada makanan Si Kecil ya, Bunda.

4. Jahe

Jahe bukan termasuk bahan yang memberikan sensasi pedas seperti cabai, tetapi memiliki rasa hangat dan aroma yang kuat. Tambahan sedikit jahe dapat digunakan untuk memberi cita rasa pada masakan anak.

5. Bawang putih dan rempah lainnya

Bawang putih, kunyit, ketumbar, kayu manis, atau rempah lain juga dapat digunakan untuk memperkenalkan anak pada beragam rasa alami. Dikutip dari Solid Starts, rempah dapat dikenalkan ketika bayi sudah siap memulai makanan padat. 

Untuk rempah yang memberikan sensasi pedas seperti cabai atau bubuk cabai, jumlahnya sebaiknya sangat sedikit pada awal pengenalan.

Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menekankan bahwa makanan bayi pada tahap awal sebaiknya memiliki tekstur dan rasa yang disesuaikan dengan kemampuan anak. 

Makanan pada awal pengenalan sebaiknya tidak terlalu tajam rasanya atau terlalu berbumbu. Setelah usia 1 tahun, anak sudah dapat mulai diberikan makanan keluarga dengan tekstur yang disesuaikan.

Dampak anak terlalu banyak makan makanan pedas

Jika ingin mengenalkan cabai atau makanan pedas, mulailah dengan rasa yang sangat ringan. Tidak perlu mengejar tingkat kepedasan tertentu ya, Bunda. 

Makanan pedas dalam jumlah berlebihan tidak selalu menimbulkan masalah pada setiap anak. Namun, sensasi panas dari capsaicin dapat membuat sebagian anak merasa tidak nyaman, terutama jika mereka belum terbiasa. Beberapa keluhan yang mungkin muncul antara lain:

1. Mulut dan tenggorokan terasa 'terbakar'

Capsaicin dapat menimbulkan sensasi panas atau terbakar pada mulut dan tenggorokan. Pada anak yang belum terbiasa, rasa tersebut bisa membuat pengalaman makan menjadi tidak menyenangkan atau bahkan trauma.

2. Sakit perut 

Makanan pedas juga bisa memicu sakit perut dan rasa tidak nyaman pada sebagian anak.

3. Mual atau diare

Konsumsi makanan dengan kandungan capsaicin dalam jumlah besar dapat menyebabkan gangguan pencernaan, termasuk mual, nyeri perut, dan diare.

4. Memperburuk gejala refluks 

Pada anak dengan riwayat gastroesophageal reflux (GER), makanan yang sangat pedas dapat memperburuk gejalanya. 

Dikutip dari Healthy Children, American Academy of Pediatrics menyebut makanan yang sangat asam atau pedas dapat meningkatkan gejala GER pada anak yang lebih besar. Anak tidak harus dilarang sama sekali mengonsumsi makanan pedas, namun perhatikan respons tubuhnya. 

Jika setiap kali makan makanan pedas anak mengalami sakit perut, muntah, diare, atau ada keluhan refluks, sebaiknya kurangi atau hentikan sementara dan konsultasikan dengan dokter.

Cara mengenalkan makanan pedas pada anak

7 Makanan Bergizi untuk Anak agar Cepat Tinggi, Salah Satunya TelurIlustrasi/Foto: Getty Images/Asia-Pacific Images Studio

Saat mulai memperkenalkan cita rasa yang lebih kuat, berikan dalam jumlah kecil makanan yang sudah Bunda ketahui dapat ditoleransi oleh anak.

"Pertimbangkan juga bagaimana bayi biasanya bereaksi terhadap makanan baru. Jika anak lebih sensitif, untuk sementara berikan makanan dengan cita rasa yang lebih ringan," ungkap Anca Safta, ahli gastroenterologi anak University of Maryland, dikutip dari Live Science.

Lalu bagaimana cara memperkenalkan makanan pedas secara bertahap pada anak? Berikut penjelasannya, Bunda:

1. Mulai dari bumbu yang rasanya ringan

Tidak perlu langsung memberikan sambal atau cabai dalam jumlah banyak. Mulailah dengan menambahkan sedikit rempah terlebih dahulu.

Misalnya seperti bawang putih, jahe, kunyit, lada, atau paprika untuk memperkenalkan anak pada berbagai rasa. Setelah anak terbiasa, rasa dapat ditingkatkan secara perlahan.

2. Gunakan cabai dalam jumlah sangat sedikit

Jika anak sudah siap mencoba rasa pedas, tambahkan cabai dalam jumlah kecil ke dalam makanan. Sesuaikan dengan kemampuan dan daya toleransi Si Kecil.

3. Jangan memaksa anak menghabiskan makanan yang terlalu pedas

Jika anak menunjukkan rasa tidak nyaman, kepedasan, menangis, atau menolak makanan, jangan memaksanya untuk melanjutkan.

IDAI menganjurkan lingkungan makan yang menyenangkan dan tidak menggunakan paksaan ketika anak menolak makanan. Hal ini termasuk juga pada saat mencoba makanan pedas.

4. Sajikan bersama makanan dengan rasa yang lebih netral

Makanan yang pedas dapat disajikan bersama makanan lain dengan rasa yang lebih lembut, misalnya nasi, kentang, atau alpukat. Cara ini dapat membantu mengurangi intensitas rasa pedas dan membuat pengalaman makan lebih nyaman.

5. Kenalkan secara bertahap

Anak bisa belajar banyak dari kebiasaan makan orang tua. Jika Bunda dan anggota keluarga biasa mengonsumsi makanan berbumbu, anak dapat diperkenalkan pada rasa tersebut secara bertahap dengan tingkat kepedasan yang disesuaikan. 

Itulah penjelasan tentang usia berapa anak bisa mulai coba makanan pedas. Tidak perlu buru-buru ya, Bunda. Hal yang terpenting, upayakan pengalaman makan Si Kecil tetap aman, nyaman, dan menyenangkan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(fir/fir)