Usai Ribut soal Pemilu 2029 Dipercepat, Jokowi Minta Relawan Totalitas ke Prabowo-Gibran
Sabtu, 29 Agustus 2026, 10:30 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Isu mengenai kemungkinan Pemilu 2029 berlangsung lebih cepat sempat membuat ruang publik ramai dengan berbagai spekulasi. Pernyataan Ketua Umum DPP Projo Budi Arie Setiadi soal insting politiknya bahkan ikut menyeret nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Namun, di tengah riuhnya isu tersebut, Budi Arie dalam pernyataan terbarunya menyebut Jokowi meminta para relawan tetap memberikan dukungan penuh kepada pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka.
“Ya (Pak Jokowi meminta) tetap mendukung Prabowo-Gibran. Kondisi baik-baik saja,” kata Budi Arie dalam tayangan YouTube Kompas.
Baca Juga: Pakar Hukum: Pasal Fitnah di Kasus Ijazah Jokowi Terlalu Prematur
Menurut Budi Arie, pesan tersebut disampaikan Jokowi ketika bertemu dengan para relawan beberapa waktu lalu. Budi Arie mengaku turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Ia pun memastikan dukungan Jokowi kepada Prabowo-Gibran tidak dilakukan setengah hati. Para relawan, kata dia, juga akan mengikuti sikap tersebut dengan memberikan dukungan secara total kepada pemerintahan saat ini.
“Iya (Jokowi masih bersama Pak Prabowo),” ujar Budi Arie.
Sebelumnya, publik sempat dibuat bertanya-tanya setelah beredar video yang memperlihatkan Budi Arie berada dalam sebuah pertemuan. Dalam video tersebut, ia duduk di samping Jokowi dan membicarakan kemungkinan terjadinya sebuah peristiwa politik sebelum jadwal Pemilu 2029.
Baca Juga: Dakwaan Disempurnakan, Kubu Jokowi Pede Dokter Tifa Bakal Kalah di Kasus Ijazah
"Saya sudah bisik-bisik ke Pak Jokowi. 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?' Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?" ujar Budi Arie.
Pernyataan itu kemudian memunculkan beragam spekulasi. Budi Arie akhirnya memberikan klarifikasi melalui video yang diunggah akun media sosial Projo Pusat. Ia meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan pernyataannya tersebut.
"Sehubungan dengan viralnya pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," kata Budi Arie.
Ia kemudian menegaskan bahwa pernyataan mengenai kemungkinan terjadinya peristiwa politik sebelum 2029 merupakan pandangan pribadinya dan tidak berkaitan dengan Jokowi.
"Pernyataan dan analisa tersebut merupakan pernyataan dan analisa pribadi saya. Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan mengaitkannya dengan Bapak Joko Widodo (Jokowi)," lanjut dia.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri