Update dampak banjir bandang di Solok Sumbar
Jakarta (ANTARA) - Hujan berintensitas tinggi memicu banjir bandang di sejumlah kawasan Kabupaten Solok, Sumatera Barat, pada Senin malam, (21/9). Material lumpur dan batu menerjang permukiman serta kawasan perkantoran pemerintah di Arosuka, Kecamatan Gunung Talang.
Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Solok pada Selasa, (22/9), sebanyak empat warga mengalami luka-luka akibat bencana tersebut. Tiga korban dirawat di RSUD Arosuka, sedangkan satu korban lainnya dirujuk ke rumah sakit di Padang.
Sementara 2 korban yang sebelumnya dinyatakan hilang, keduanya telah ditemukan. Korban bernama Agusra ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat siang (25/9) sekitar pukul 11.00 WIB di belakang Kantor Bupati Solok, sementara Daffa temukan pada hari pertama operasi pencarian.
Selain korban luka dan meninggal dunia, sebanyak sembilan kepala keluarga atau 32 jiwa terpaksa mengungsi. Pemerintah daerah telah menyiapkan dua lokasi untuk menampung warga terdampak.
BPBD juga mencatat 11 kantor pemerintah terdampak serta 21 mobil dan tujuh sepeda motor mengalami kerusakan. Pendataan terhadap kerusakan bangunan dan kerugian material masih dilakukan oleh petugas di lapangan.
Baca juga: BPJN kerahkan 29 alat berat bersihkan sisa banjir bandang di Solok
Perkantoran pemerintah terdampak
Banjir bandang menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Bupati Solok di Bandar Baliang, Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus. Wilayah Nagari Koto Gaek Guguk di Kecamatan Gunung Talang juga terdampak.
Sejumlah fasilitas pemerintahan ikut terkena material banjir, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Kesehatan, Badan Keuangan Daerah (BKD), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari (DPMN), Bapelitbang hingga kawasan DPRD Kabupaten Solok.
Bupati Solok Jon Firman Pandu mengatakan sejumlah peralatan kantor ikut terbawa arus akibat derasnya aliran banjir. Pemerintah daerah bersama BPBD, TNI dan Polri juga melakukan evakuasi terhadap warga yang rumahnya terdampak.
Jalan Solok-Padang sempat terputus
Dampak banjir bandang juga dirasakan pengguna jalan. Material lumpur dan batu menutupi badan jalan Solok-Padang di kawasan Arosuka sehingga akses tersebut untuk sementara tidak dapat dilalui kendaraan.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang hendak bepergian dari Solok menuju Padang maupun sebaliknya untuk menggunakan jalur alternatif melalui Padang Panjang. Petugas masih melakukan pembersihan material yang menutup badan jalan.
Masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri melewati lokasi terdampak untuk menghindari risiko kecelakaan selama proses penanganan berlangsung.
Baca juga: Wapres minta dokter pribadinya periksa kondisi pengungsi di Solok
Tim SAR dikerahkan
Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Padang mengirim personel ke Kabupaten Solok setelah menerima laporan banjir bandang pada Senin malam.
Tim tersebut dikerahkan untuk melakukan penanganan awal, pemantauan dan evakuasi apabila diperlukan. Sejumlah peralatan pencarian dan pertolongan, termasuk peralatan SAR air, evakuasi, medis dan komunikasi, turut dibawa ke lokasi.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, pemadam kebakaran dan masyarakat juga melakukan penyisiran serta pembersihan material di sejumlah titik terdampak.
Penyebab banjir bandang
BPBD Kabupaten Solok menyebut banjir bandang dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu, (19/9). Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air meningkat hingga memicu banjir bandang di sejumlah kawasan.
Hingga Selasa pagi, petugas masih melakukan pendataan dampak bencana, evakuasi warga serta pembersihan material banjir. Masyarakat di kawasan terdampak juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan dan mengikuti arahan petugas.
Data mengenai jumlah korban dan kerusakan masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan. Hingga pembaruan terakhir, BPBD mencatat empat warga luka-luka, 32 jiwa mengungsi, 11 kantor pemerintah terdampak, serta sejumlah kendaraan mengalami kerusakan akibat banjir bandang di Kabupaten Solok.
Baca juga: Wapres minta cicilan warga terdampak banjir Solok diberikan keringanan
Baca juga: Tim SAR gabungan temukan korban terakhir banjir bandang di Solok
Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.