UNP Perkuat Ketahanan Gizi dan Ekonomi di daerah bencana lewat Inovasi Olahan Sawo-Alpukat
Padang (ANTARA) - Universitas Negeri Padang (UNP) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat melaksanakan program SAPOKAT BERDAMPAK: Penguatan Sinergi BEM FIP UNP, Kelompok Tani, dan Kader Posyandu melalui Inovasi Olahan Sawo-Alpukat untuk Ketahanan Gizi-Ekonomi Pascagalodo di Nagari Padang Laweh Malalo pada 19–30 Juli 2026.
Program ini menjadi bentuk sinergi UNP bersama mahasiswa BEM FIP KM UNP, Pemerintah Nagari Padang Laweh Malalo, Kelompok Tani Saiyo, dan TP Posyandu dalam mengoptimalkan potensi pangan lokal untuk memperkuat ketahanan gizi dan ekonomi masyarakat pascagalodo.
Kegiatan diketuai oleh Dr. Vivi Anggraini, M.Pd. bersama anggota tim, yaitu Dr. Nur Hazizah, S.Pd., M.Pd., Ezi Anggraini, M.Pd., dan dr. Mimin Oktaviana, Sp.DV. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa BEM FIP KM UNP serta mitra Akhiyari, S.Sos. selaku Wali Nagari Padang Laweh Malalo, Fauziah selaku Ketua Kelompok Tani Saiyo, dan Yosi Akhiyari selaku Ketua TP Posyandu.
Melalui SAPOKAT BERDAMPAK, masyarakat diberikan pendampingan dalam pemanfaatan buah sawo dan alpukat menjadi produk olahan bernilai tambah. Kegiatan juga diintegrasikan dengan edukasi gizi keluarga serta penguatan peluang usaha berbasis potensi pangan lokal.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Vivi Anggraini, M.Pd., menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan potensi lokal menjadi kekuatan ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan gizi keluarga.
“Sawo dan alpukat memiliki potensi yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Melalui SAPOKAT BERDAMPAK, kami berharap masyarakat dapat mengoptimalkan potensi lokal untuk memperkuat gizi keluarga sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi,” ujarnya.
Keterlibatan Kelompok Tani Saiyo menjadi bagian penting dalam mendukung ketersediaan bahan pangan lokal, sementara TP Posyandu berperan dalam memperkuat edukasi gizi keluarga. Di sisi lain, mahasiswa BEM FIP KM UNP turut berperan aktif dalam pendampingan dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, mahasiswa, pemerintah nagari, kelompok tani, dan kader posyandu, SAPOKAT BERDAMPAK diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Nagari Padang Laweh Malalo.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat SAPOKAT BERDAMPAK ini didanai melalui dana RKAT Universitas Negeri Padang (UNP) Tahun Anggaran 2026. Dukungan pendanaan tersebut menjadi bagian dari komitmen UNP dalam mendorong pelaksanaan tridarma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang inovatif, kolaboratif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Program ini sekaligus menjadi wujud komitmen UNP dalam menghadirkan kegiatan pengabdian yang berdampak melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan, inovasi, dan potensi lokal untuk mendukung terwujudnya masyarakat yang tangguh, mandiri, dan berdaya secara berkelanjutan.