◐

Universitas Terbuka targetkan layani satu juta mahasiswa pada 2029 - ANTARA News Jawa Timur

Surabaya (ANTARA) - Universitas Terbuka (UT) menargetkan dapat melayani minimal satu juta mahasiswa pada akhir tahun 2029 melalui sistem pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh yang memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat di berbagai daerah.

“Di akhir 2029 kami akan memantaskan diri melayani minimal satu juta mahasiswa. Ini tentu saja harus dibuktikan bukan sekadar merayu masyarakat untuk bergabung di UT, tetapi yang paling penting adalah membuktikan bahwa alumni UT memiliki integritas, kebanggaan akademik, dan reputasi yang membanggakan di masyarakat,” kata Rektor UT Prof. Ali Muktiyanto saat wisuda UT Surabaya di Graha Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Minggu.

Pihaknya juga menargetkan dapat melayani 2,5 juta mahasiswa pada tahun 2045 sejalan dengan upaya memperluas kesempatan masyarakat meningkatkan kualifikasi dan kompetensi pendidikan tanpa harus meninggalkan pekerjaan.

Menurut dia, mayoritas mahasiswa UT sudah bekerja sehingga dapat menjalankan aktivitas pekerjaan sekaligus menempuh pendidikan tinggi. Dengan demikian mahasiswa tetap dapat berkontribusi dalam pembangunan sambil meningkatkan kualitas diri.

Ali menambahkan UT Surabaya menjadi salah satu unit layanan daerah terbesar di Indonesia yang secara konsisten menyelenggarakan wisuda setidaknya dua kali dalam setahun, dengan jumlah lulusan lebih dari 1.000 orang pada wisuda.

Jangkauan layanan UT Surabaya mencakup 18 kabupaten/kota, sedangkan mahasiswa yang terdaftar melalui unit tersebut berasal dari 118 kabupaten/kota di Indonesia.

Sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh memungkinkan masyarakat mengakses pendidikan tinggi dari berbagai wilayah.

Direktur UT Surabaya Prof. Suparti mengatakan sebanyak 1.351 lulusan mengikuti wisuda semester 2026/2027 ganjil pada 10–11 Oktober 2026. Jumlah tersebut berasal dari 2.314 pendaftar wisuda yang harus memenuhi persyaratan administrasi.

“Wisuda ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan kebanggaan bagi mahasiswa. Mereka yang mendaftar harus memenuhi persyaratan, termasuk administrasi. Namun, seluruh perlengkapan wisuda seperti toga dan tas diberikan secara gratis,” kata Suparti.

Ia menjelaskan layanan UT Surabaya secara langsung mencakup 18 kabupaten/kota, tetapi mahasiswa yang terdaftar berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan terdapat mahasiswa dari Aceh yang memilih mendaftar melalui UT Surabaya karena memperoleh pelayanan yang dibutuhkan.

Menurut Suparti, sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) juga memungkinkan mahasiswa mengikuti ujian dari lokasi berbeda melalui Automated Online Proctoring (AOP), sepanjang memiliki perangkat yang mendukung aplikasi serta koneksi internet memadai.

“Tidak ada kata terlambat untuk kuliah di UT dan tidak ada kata tidak bisa kuliah karena ada Universitas Terbuka. Kami berharap mampu terus meningkatkan layanan sehingga masyarakat semakin percaya bahwa UT Surabaya bisa diakses dari mana saja,” ujarnya.

Suparti menambahkan rata-rata masa studi lulusan mencapai delapan semester. Namun, mahasiswa yang memiliki kemandirian dan konsistensi belajar dapat menyelesaikan pendidikan lebih cepat, bahkan dalam tujuh semester atau sekitar tiga setengah tahun.

Wisuda tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi Inovatif, Berintegritas, dan Mendunia”. Para lulusan diharapkan mampu menerapkan ilmu dan kompetensi yang diperoleh untuk berkontribusi di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.