Unand dampingi UMKM Pisang Salai Badaruak

Pesisir Selatan (ANTARA) - Universitas Andalas (Unand) terus mendorong pengembangan UMKM berbasis potensi lokal melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Salah satunya diwujudkan melalui pendampingan kepada UMKM Pisang Salai Badaruak “Audy’s” di Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.

Pendampingan dilakukan dengan fokus meningkatkan daya saing produk melalui teknologi, inovasi kemasan, penerapan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), serta pemasaran digital.

Kegiatan ini dilaksanakan melalui Program Kemitraan Masyarakat Membantu Usaha Berkembang Batch II Universitas Andalas Tahun 2026.

Tim pengabdian diketuai Dr. Hendra Saputra dengan anggota dosen Fra Firdani dan Dr. Sepri Reski. Kegiatan juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian, yaitu Irvan Fernando, Arief Pribadi Utama, dan Akif Al Asad.

"Program ini dilatarbelakangi oleh potensi Pisang Salai Badaruak sebagai salah satu produk pangan olahan lokal yang memiliki cita rasa khas dan peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi," kata Hendra Saputra, Kamis (17/9).

Namun, untuk mampu bersaing di pasar yang lebih luas, produk lokal membutuhkan dukungan pada aspek teknologi produksi, kemasan, branding, pemasaran, serta pengelolaan usaha yang baik.

Sebagai bagian dari program, Universitas Andalas memberikan bantuan alat dan teknologi tepat guna kepada mitra. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung proses produksi agar lebih efektif dan membantu meningkatkan kualitas serta kapasitas usaha.

"Pemberian alat juga disertai dengan pendampingan penggunaan teknologi sehingga mitra tidak hanya menerima peralatan, tetapi memahami cara pemanfaatannya sesuai kebutuhan produksi," kata Hendra.

Tim pengabdian menekankan bahwa penerapan teknologi pada UMKM harus disesuaikan dengan kondisi usaha, mudah digunakan, dan memberikan manfaat nyata terhadap peningkatan efisiensi maupun kualitas produk.

Selain teknologi produksi, tim Unand memberikan pendampingan dalam inovasi kemasan dan branding. Kemasan diarahkan agar lebih menarik, informatif, praktis, dan mampu memperkuat identitas Pisang Salai Badaruak “Audy’s”.

Kemasan tidak hanya berfungsi melindungi produk, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pemasaran. Tampilan kemasan yang baik dapat meningkatkan daya tarik konsumen sekaligus memberikan kesan profesional terhadap produk UMKM.

Dengan inovasi tersebut, produk diharapkan memiliki nilai tambah dan mampu bersaing dengan berbagai produk pangan olahan lainnya di pasaran.

Pemanfaatan teknologi digital juga menjadi bagian penting dalam pendampingan. Tim Universitas Andalas memfasilitasi produk Pisang Salai Badaruak “Audy’s” untuk dipasarkan melalui Shopee.

"Mitra mendapatkan pendampingan dalam menyiapkan informasi produk, foto produk, deskripsi, serta pengelolaan pemasaran melalui platform digital. Kehadiran produk di Shopee diharapkan dapat mempermudah konsumen dari luar daerah untuk memperoleh produk khas Pesisir Selatan tersebut," kata Hendra.

Selain itu, tim juga mendampingi mitra dalam memanfaatkan Instagram sebagai media promosi. Instagram digunakan untuk memperkenalkan produk, menampilkan keunggulan produk, membangun identitas merek, dan memperluas jangkauan komunikasi dengan calon konsumen.

Strategi tersebut diharapkan dapat mengubah pola pemasaran yang sebelumnya lebih terbatas pada pasar lokal menjadi pemasaran yang mampu menjangkau konsumen lebih luas.

Pengembangan usaha juga diikuti dengan peningkatan kesadaran terhadap kesehatan dan keselamatan kerja (K3). Tim memberikan sosialisasi mengenai potensi bahaya dalam proses produksi, penggunaan peralatan secara aman, kebersihan lingkungan kerja, serta pentingnya menerapkan prosedur kerja yang baik.

Penerapan K3 menjadi bagian penting dalam pengembangan UMKM karena peningkatan produksi harus tetap memperhatikan keselamatan pekerja dan keamanan lingkungan kerja.

Dengan penerapan K3 yang baik, diharapkan proses produksi dapat berlangsung secara lebih aman, tertib, dan berkelanjutan.

Kegiatan pengabdian ini juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Industri Pertanian Universitas Andalas. Irvan Fernando, Arief Pribadi Utama, dan Akif Al Asad turut berpartisipasi dalam pelaksanaan kegiatan dan pendampingan di lapangan.

Keterlibatan mahasiswa menjadi sarana pembelajaran langsung untuk menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, sekaligus memberikan pengalaman dalam memahami persoalan nyata yang dihadapi pelaku UMKM.

Melalui kolaborasi dosen, mahasiswa, dan mitra usaha, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan proses pemberdayaan yang lebih berkelanjutan.

“Produk yang berkualitas perlu didukung teknologi yang tepat, kemasan yang menarik, penerapan K3, serta strategi pemasaran yang sesuai dengan perkembangan perilaku konsumen. Karena itu, pendampingan dilakukan secara terpadu agar mitra dapat berkembang secara mandiri," kata Hendra.

Menurutnya, pengembangan Pisang Salai Badaruak “Audy’s” merupakan salah satu bentuk nyata hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi dari perguruan tinggi kepada masyarakat.

"Melalui program ini, Universitas Andalas berharap mitra mampu meningkatkan kualitas dan kapasitas usaha, memperluas pasar melalui Shopee dan Instagram, serta meningkatkan nilai tambah produk," katanya

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya untuk memperkuat posisi produk pangan lokal Pesisir Selatan agar tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi memiliki peluang untuk berkembang ke pasar yang lebih luas.

Dengan dukungan teknologi, inovasi kemasan, penerapan K3, serta pemanfaatan pemasaran digital, Pisang Salai Badaruak “Audy’s” diharapkan mampu naik kelas menjadi produk agroindustri lokal yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing.