UIN AR Raniry Banda Aceh tambah sembilan guru besar, ini nama lengkapnya - ANTARA News Aceh
Banda Aceh (ANTARA) - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh kembali menambah sembilan guru besar guna memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi Islam yang unggul, berkarakter, dan memiliki reputasi internasional.
“Guru besar menjadi pionir transformasi UIN Ar-Raniry menuju World Class University melalui penguatan tradisi akademik, riset berkualitas, jejaring internasional, serta gagasan yang dapat menempatkan kampus tersebut sebagai pusat keunggulan ilmu pengetahuan,” kata Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Prof Dr Phil H Kamaruddin Amin di Darussalam, Banda Aceh, Selasa.
Pernyataan itu disampaikan dalam pidato tertulis dibacakan Staf Ahli Menteri Agama, Dr Faisal Ali Hasyim saat mengukuhkan sembilan guru besar UIN Ar Raniry masing-masing Prof. Dr. Inayatillah, S.Ag., M.Ag, Prof. Dra. Juwaini, M.Ag., Ph.D, Prof. Dr. Muhammad Nasir, M.Hum, Prof. Dr. Sri Rahmi, M.A,.
Baca juga: Rektor: Zakat dan wakaf harus mampu sejahterakan masyarakat
Kemudian adalah Prof. Dr. Muji Mulia, S.Ag., M.Ag, Prof. Dr. Fuadi Mardatillah, MA, Prof. Dr. Fakhri, S.Sos., M.A, Prof. Dr. EMK Alidar, S.Ag., M.Hum dan Prof. Dr. Ismail Anshari, M.A.
Ia menjelaskan guru besar adalah amanah keilmuan, amanah moral dan amanah peradaban. Gelar Profesor harus menjadi penanda lahirnya tanggung jawab yang lebih besar tanggung jawab untuk mengembangkan ilmu membimbing generasi memberi solusi bagi persoalan masyarakat serta menghadirkan kemanfaatan ilmu bagi bangsa dan kemanusiaan.
Sementara itu, Rektor UIN Ar-Raniry Prof Dr Mujiburrahman MAg mengatakan pengukuhan sembilan guru besar menjadi momentum untuk meneguhkan capaian akademik sekaligus mempersiapkan kampus menghadapi tantangan ke depan.
“Guru besar bukan hanya gelar akademik. Ia adalah tanggung jawab untuk terus mengembangkan ilmu menghasilkan karya membimbing generasi menjaga integritas akademik dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” kata Mujiburrahman.
Ia berharap pengukuhan tersebut tidak menjadi akhir perjalanan akademik para profesor, melainkan awal dari pengabdian yang lebih luas.
Pewarta: M Ifdhal
Editor : Febrianto Budi Anggoro
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.