Trump Ajak Pendukung Bersumpah untuk Memilih di Pemilu Tengah AS
"Saya berjanji kepada presiden terbesar dalam sejarah Amerika Serikat... Saya akan mengajak teman-teman saya, keluarga saya, dan kami akan memilih pada 3 November, atau kami akan memilih sebelumnya," kata Trump.
Trump kemudian melontarkan pernyataan kontroversial dengan mengatakan dirinya akan "berusaha curang habis-habisan", seraya menuding Demokrat melakukan kecurangan dalam pemilu.
Pernyataan tersebut disambut reaksi dari massa yang hadir dalam acara tersebut.
Setelah para peserta mengucapkan janji yang diminta, Trump kembali melontarkan kalimat yang memancing sorakan. "Kalian tahu apa yang terjadi jika tidak memilih? Kalian masuk neraka," ujarnya.
Trump Klaim Penuhi Semua Janji
Dalam pidatonya, Trump juga memuji kinerja pemerintahannya sekaligus berupaya membangkitkan semangat basis pemilih Partai Republik menjelang pemilu tengah.
Trump mengklaim telah memenuhi seluruh janji politiknya selama 19 bulan terakhir.
"Dalam 19 bulan, saya telah memenuhi setiap janji yang saya buat," kata Trump.
Ia menggambarkan periode pemerintahannya sebagai perubahan dari "masa kelam Amerika" menuju "zaman keemasan Amerika".
Trump mengaitkan klaim tersebut dengan sejumlah kebijakan dan perkembangan ekonomi, termasuk kenaikan pasar saham, penurunan harga obat resep, serta peningkatan belanja militer.
Menurut Trump, kebijakan tersebut telah memperkuat posisi AS sebagai negara adidaya energi dan militer dunia.
Presiden AS itu juga membanggakan kebijakan imigrasinya. Ia mengklaim penyeberangan perbatasan secara ilegal hampir sepenuhnya berhasil dihentikan.
Trump turut menyoroti sejumlah kebijakan perpajakan yang telah disahkan Kongres, termasuk keringanan pajak bagi pendapatan lembur, tip, dan pembayaran Jaminan Sosial.
Trump Peringatkan Pemilih soal Demokrat
Pemilu tengah secara historis kerap menjadi ujian berat bagi partai yang menguasai Gedung Putih. Partai presiden yang sedang berkuasa biasanya menghadapi potensi kehilangan kursi di Kongres.
Namun, Trump meminta Partai Republik mematahkan kecenderungan tersebut dan mempertahankan mayoritas di DPR maupun Senat AS.
Trump memperingatkan pendukungnya mengenai apa yang menurutnya akan terjadi jika Demokrat kembali menguasai Kongres.
Ia menuduh Demokrat akan "menyita kekayaan" warga, menghancurkan industri minyak dan gas Texas, serta membiarkan kriminal melakukan berbagai kejahatan.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari strategi Trump untuk mendorong pemilih Partai Republik agar menggunakan hak pilih dan mempertahankan kendali partai atas Kongres.
JD Vance Serukan Dukungan untuk Partai Republik
Wakil Presiden AS JD Vance menjadi pembicara utama sebelum Trump menyampaikan pidatonya. Vance juga menyerukan kepada pendukung Partai Republik untuk datang ke tempat pemungutan suara dan mempertahankan mayoritas partai di Kongres.
"Jangan serahkan negara ini kepada sekelompok orang gila hanya karena kalian berbeda pendapat dengan kami mengenai satu atau dua kebijakan," kata Vance.
"Kita harus mengirim pesan pada November ini bahwa negara ini bukan milik kaum radikal. Negara ini bukan milik birokrat. Negara ini bukan milik penawar tertinggi. Negara ini diwariskan kepada kita oleh orang tua kita dan generasi sebelum mereka," lanjutnya.
Pidato Trump dan Vance tidak hanya berfokus pada pemilu tengah November. Keduanya juga mulai membangun momentum politik menuju pemilihan presiden 2028.
Vance dipandang sebagai salah satu kandidat paling potensial untuk meneruskan kepemimpinan Partai Republik setelah masa jabatan kedua Trump berakhir. Berdasarkan batas masa jabatan presiden AS, Trump tidak dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga.
Sumber: AA