Tour De France: Lewati Para Rival di Alpe as’Huez, Tadej Pogacar Raih Kemenangan ke-26 untuk Lampaui Legenda Prancis

Kemenangan ini menjadi raihan podium utama kelima Tadej Pogacar di edisi 2026 sekaligus koleksi kemenangan etape ke-26 sepanjang kariernya di Tour De France sejak debut pada 2020.

Catatan fantastis ini resmi melampaui rekor legenda balap sepeda Prancis, Andre Leducq (25 kemenangan).

Juga membawa Tadej Pogacar makin dekat dengan jajaran raja sprinter serta kanibal sejarah sepeda seperti Mark Cavendish (35), Eddy Merckx (34), dan Bernard Hinault (28).

"Sangat keren bisa menang di puncak ini. Atmosfer di sepanjang pendakian benar-benar gila!" kata Pogacar dikutip laman resmi TdF.

https://www.akurat.co/arena/876336/tour-de-france-penakluk-pegunungan-alpen-richard-carapaz-menang-solo-di-orcieres-merlette

"Kemenangan ini berkat kerja keras seluruh tim. Hari ini saya melaju demi rekan-rekan saya dan saya sangat bahagia bisa menuntaskannya."

Etape ke-19 menghadirkan rintangan ikonik sepanjang 13,8 kilometer menuju Alpe D’Huez dengan 21 tikungan hairpin dan kemiringan rata-rata 8,1 persen.

Sejak awal balapan di Col Bayard, persaingan sengit langsung memecah peloton hingga membentuk kelompok breakaway raksasa yang diisi 42 pembalap.

Kelompok depan tersebut dipenuhi nama-nama besar, termasuk sebelas pemenang etape tahun ini seperti Richard Carapaz (EF Education-EasyPost), Adam Yates (UAE Team Emirates XRG), Sepp Kuss (Visma-Lease a Bike), hingga pemegang jersey hijau Mads Pedersen (Lidl-Trek).

Sorotan utama di dua tanjakan awal, Col Bayard dan Col Du Noyer, terjadi pada persaingan jersey polka-dot.

Pembalap Prancis, Valentin Paret-Peintre (Soudal Quick-Step), sukses mengungguli Carapaz di dua sprint tanjakan tersebut guna mengambil alih pimpinan klasemen Raja Tanjakan (King of the Mountains/KOM).

Sementara itu, Mads Pedersen memperlebar keunggulan jersey hijau dari Jasper Philipsen menjadi 57 poin setelah memenangi intermediate sprint di Le Périer.

Serangan Maut 13 Kilometer Sebelum Puncak Etape 19 Tour De France

Memasuki tanjakan pamungkas Alpe D’Huez dengan keunggulan tiga menit 25 detik, tiga pembalap kelas atas, Carapaz, Sepp Kuss, dan Lenny Martinez (Bahrain Victorious), melesat meninggalkan rombongan pembalap lainnya.

Namun dari kelompok peloton utama, Pogacar memutuskan untuk mengakhiri perlawanan para breakaway.

Sang pemilik jersey kuning melancarkan serangan solo eksplosif tepat 13 kilometer dari garis finis.

Di jalur pendakian, ia sempat mengejar rekannya, Adam Yates, yang membantunya menarik angin selama beberapa ratus meter sebelum Pogacar kembali melesat sendirian.

Di depan, trio Carapaz, Martinez, dan Kuss terus melancarkan aksi saling serang hingga kerja sama di antara mereka pecah.

Carapaz kembali menghentak pada sisa tiga kilometer. Tetapi Pogacar dan Martinez berhasil mengejarnya satu kilometer kemudian.

Memasuki kilometer terakhir (flamme rouge), Pogacar melepaskan sprint pemungkas yang tak mampu diimbangi oleh Martinez maupun Carapaz untuk mengamankan kemenangan bersejarahnya.

Di belakang Pogacar, Remco Evenepoel (Red Bull-Bora-Hansgrohe) berhasil mencuri beberapa detik krusial atas Isaac del Toro (UAE Team Emirates XRG) dan Paul Seixas (Decathlon CMA CGM) guna memperketat persaingan papan atas klasemen umum.

Meski baru saja mengukir rekor manis di Alpe ad'Huez, Pogacar enggan berpuas diri. Ia menegaskan bahwa fokus utama timnya kini beralih ke etape ke-20 yang diprediksi menjadi ujian paling berat sepanjang gelaran edisi tahun ini.

"Kami mengambil langkah hari demi hari, dan besok adalah queen stage dari seluruh Tour De France, hari paling berat dari semuanya," tuntas sang bintang asal Slovenia tersebut.

"Target kami adalah memastikan Isaac (del Toro) bertarung habis-habisan demi mempertahankan jersey putih serta mengamankan tempat di podium."