Top Halal Award 2026 soroti pentingnya kepercayaan konsumen

Kami berusaha memahami kesemua itu. Jadi dari sisi bahan baku (ingredient) insya Allah semua sudah halal dan proses pun halal juga

Jakarta (ANTARA) - Top Halal Award 2026 menyoroti pentingnya kepercayaan konsumen dalam memperkuat posisi merek halal di Indonesia, di mana halal tidak lagi hanya dipandang sebagai kewajiban sertifikasi, tetapi juga bagian dari upaya membangun kepercayaan terhadap produk dan merek.

Hal tersebut tercermin dari penghargaan yang diberikan berdasarkan persepsi konsumen melalui Top Halal Index (THI), yang mengukur dua elemen utama, yakni elemen merek dan elemen halal. IHATEC Marketing Research melakukan survei terhadap 2.100 responden di enam kota besar di Indonesia.

Public Affairs and Communication Director at PT. Coca-Cola Indonesia Triyono Prijosoesilo mengatakan perusahaan berupaya konsisten mengikuti aturan halal, termasuk dalam memastikan bahan baku dan proses produksi sesuai dengan prinsip halal.

“Kami berusaha memahami kesemua itu. Jadi dari sisi bahan baku (ingredient) insya Allah semua sudah halal dan proses pun halal juga,” ujar Triyono di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memberikan keyakinan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan telah memenuhi aspek halal.

“Jadi dari sisi kita adalah kita selalu berusaha combine dengan aturan halal,” ujarnya.

Baca juga: BSI International Expo dorong industri halal Indonesia tembus global

Baca juga: BPJPH: Partisipasi internasional di H20 saat mewujudkan visi halal RI

Ia mengatakan Coca-Cola telah menjaga aspek halal produknya dalam jangka panjang dan berupaya mempertahankan kepercayaan yang telah diberikan konsumen.

“Alhamdulillah kita berhasil selalu menjaga produk kita untuk tetap halal. Jadi itu yang harus kita jaga karena itu memang kepercayaan konsumen,” tambahnya.

Menurutnya, keberadaan platform halal memberikan kesempatan bagi produsen untuk mengedepankan produk yang telah memenuhi aspek halal sekaligus menyampaikan kepada konsumen bahwa produk yang ditawarkan telah halal.

Ia menambahkan konsistensi tersebut menjadi penting karena produk Coca-Cola telah lama diterima konsumen dan diasosiasikan sebagai produk yang halal.

“Produk kami sudah lama sekali halal. Alhamdulillah kita berhasil selalu menjaga produk kita untuk tetap halal,” ujarnya.

Direktur IHATEC Marketing Research Evrin Lutfika mengatakan Top Halal Award bukan sekadar simbol kepatuhan terhadap regulasi halal, tetapi pengakuan atas keberhasilan brand membangun kepercayaan konsumen. Konsumen, kata dia, tidak hanya membeli produk berlabel halal, tetapi juga memilih brand yang memiliki integritas, transparansi, dan komitmen konsisten terhadap nilai-nilai halal.

Menurut Evrin, kondisi tersebut menunjukkan semakin banyak perusahaan memandang halal sebagai bagian dari strategi membangun kepercayaan dan daya saing bisnis, bukan semata kewajiban regulasi.

Baca juga: LPPOM komitmen pemeriksaan halal berbasis sains diganjar penghargaan

Baca juga: Waketum MUI: Wajib Halal 2026 harus dilaksanakan sesuai amanat UU

Pewarta: Ida Nurcahyani/Vina Ashari
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.