TNI-Polri dan unsur gabungan padamkan karhutla di Pendolo Poso

TNI-Polri dan unsur gabungan padamkan karhutla di Pendolo Poso

Senin, 14 September 2026 12:21 WIB

Image Print

TNI-Polri bersama tim gabungan memadamkan kebakaran lahan kosong seluas sekitar 14 hektare di Desa Pendolo, Kecamatan Pamona Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu (13/9/2026). ANTARA/HO-Humas Kodam XXIII/Palaka Wira

Palu (ANTARA) - TNI-Polri bersama tim gabungan memadamkan kebakaran lahan dan hutan (karhutla) seluas 14 hektare di Desa Pendolo, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (13/9) dini hari.

“Dengan dukungan personel gabungan dan masyarakat, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.45 WITA,” kata Dandim 1307/Poso Letkol Arm Edi Yulian Budiargo di Poso, Senin.

Ia mengatakan kebakaran terjadi pada Sabtu (12/9) sekitar pukul 16.40 WITA dan membakar lahan kosong seluas sekitar 14 hektare.

Ia menuturkan dugaan sementara kebakaran dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan.

Kebakaran tersebut pertama kali diketahui setelah Babinsa Koramil 1307-11/Pendolo, Serda Mukrim menerima informasi dari masyarakat. Informasi itu kemudian diteruskan kepada Danramil untuk segera dilakukan penanganan.

Ia mengatakan Babinsa bersama Bhabinkamtibmas, personel Brimob dan masyarakat kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pemadaman secara manual menggunakan pompa punggung dan peralatan sederhana.

Namun, proses pemadaman terkendala medan yang sulit dijangkau kendaraan dan tiupan angin yang cukup kencang. Mobil Damkar Kecamatan Pamona Selatan yang tiba sekitar pukul 17.00 WITA belum dapat menjangkau titik api.

Pemadaman kemudian diperkuat dua unit mobil pemadam, masing-masing dari Damkar Kabupaten Poso dan PT SJA, yang tiba sekitar pukul 00.00 WITA.

Sebanyak 146 personel terlibat dalam penanganan kebakaran terdiri atas personel Kodim 1307/Poso, Yonif 714/SM, Polres Poso, Brimob dan masyarakat.

Selain tiga unit mobil pemadam, petugas menggunakan 35 pompa punggung dan empat pompa Alkon untuk membantu proses pemadaman.

Ia mengatakan setelah api berhasil dipadamkan, personel gabungan melakukan pengecekan dan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada bara maupun titik api yang dapat memicu kebakaran kembali.

Tidak ada korban jiwa maupun kerugian material dalam kejadian tersebut. Kerugian tercatat berupa lahan kosong yang terbakar sekitar 14 hektare.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada musim kemarau.

Masyarakat juga perlu menghindari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan dan membersihkan lahan dengan cara membakar.

“Kami mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sejak dini dan tidak meluas,” kata dia

Pewarta : Nur Amalia Amir
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026