TNI Kontak Senjata dengan OPM di Nduga
Senin, 21 September 2026 - 22:34 WIB
Timika, VIVA – Satuan Tugas (Satgas) Komando Operasi (Koops) TNI Habema terlibat kontak senjata dengan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat -Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) Kodap III Ndugama Derakma, di Kabupaten Nduga Papua, Senin.
Baca Juga
Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangogawilhan) III Letnan Jenderal TNI Lucky Avianto dalam keterangannya yang diterima di Timika, Senin mengatakan kontak senjata ini terjadi saat personil TNI masuk ke dalam hutan untuk mencari, menemukan dan menangkap hidup atau mati anggota TPNPB-OPM Kodap III Ndugama Derakma, pimpinan Egianus Kogoya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Mereka menghujani pasukan kami dengan tembakan senjata api, dan syukur Alhamdulillah, puji tuhan pasukan kita selamat, dan berhasil memukul mundur kelompok mereka semakin jauh dari pemukiman atau pusat sosial ekonomi masyarakat," ujarnya.
Baca Juga
Ia mengatakan kelompok TPNPB-OPM kerap menggunakan hutan sebagai tempat pelarian dan persembunyian mereka, setelah menebar teror di pemukiman warga.
"Saya pastikan ini hanyalah persoalan waktu bagi kami untuk menemukan dan menangkap hidup atau mati kelompok separatis ini, mengingat kentalnya solidaritas TNI-Pori khususnya dalam memburu TPNPB-OPM, serta dukungan penuh forkopimda dan masyarakat Papua kepada kami," ujarnya.
Baca Juga
Pangkogabwilhan mengimbau seluruh Anggota TPNPB-OPM segera meletakkan senjata dan segera menyambangi pos keamanan yang menjadi titik kuat TNI atau Polri terdekat untuk menyerah, serta kembalilah ke pangkuan Ibu Pertiwi dan bersama masyarakat membangun Papua.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ingat seluruh personel TNI di bawah kendali Kogabwilhan III akan mengambil tindakan tegas berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku, di mana rules of engagement (ROE) senantiasa dikedepankan untuk memastikan seluruh tindakan personel TNI tetap profesional dan menjunjung tinggi hukum serta HAM," ujarnya.
Sebagai Pangkogabwilhan III, dia memastikan Satgas TNI tidak akan pernah ragu mengambil tindakan tegas dan terukur ketika berhadapan dengan situasi tertentu, khususnya mendesak, mengingat prinsip keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi (salus populi suprema lex esto) menjadi pedoman Satgas TNI, terutama dalam menghadapi kekejian OPM. (Ant)
Mayjen Febriel Pastikan 3 ASN dan Satu Sopir Travel Korban Penembakan KKB Bukan Intel TNI
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang memastikan empat korban penembakan yang dilakukan KKB bukan anggota intelejen seperti yang beredar
VIVA.co.id
20 September 2026