TNI kerahkan kapal rumah sakit untuk jalani OMSP di empat negara
TNI kerahkan kapal rumah sakit untuk jalani OMSP di empat negara
Senin, 14 September 2026 12:19 WIB
Menko Polkam Djamari Chaniago saat memberikan arahan kepada personel KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 di dalam kapal saat sedang bersandar di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (14/9/2026). (ANTARA/Walda Marison)
Jakarta (ANTARA) - TNI AL mengerahkan kapal rumah sakit yakni KRI dr. Wahidin Sudirohusodo-991 untuk menjalankan operasi militer selain perang (OMSP) berupa misi kemanusiaan dan diplomasi ke empat negara, Senin.
Dari pantauan ANTARA di Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara, kapal tersebut dilepas oleh jajaran pejabat TNI dan Menko Polkam Djamari Chaniago dari Jakarta menuju empat negara yakni Vanauta, Fiji, Solomon dan Papua New Guinea.
Djamari dalam sambutan acara pelepasan KRI mengatakan, para personel KRI yang terdiri dari personel TNI AL, TNI AD, TNI AU, Polri dan mahasiswa ini akan melakukan pelayaran selama 60 hari.

Selama itu pula, mereka akan mampir ke empat negara untuk memberikan layanan kesehatan gratis di dalam KRI.
Tidak hanya memberi layanan kesehatan gratis, para personel KRI juga berperan sebagai penyambung tali silaturahmi antara pemerintah RI dan negara sahabat yang dikunjungi.
"KRI adalah kapal perang, dan di mana pun kapal ini bersandar, ia membawa kekuatan dan menjadi forum diplomasi," tegas Djamari.
Untuk menyukseskan rangkaian misi kemanusiaan itu, Djamari berpesan beberapa hal kepada para prajurit.
"Pertama, jaga kesehatan kalian. Jangan sampai kita bermaksud memperhatikan masalah kesehatan dan kemanusiaan di negara tujuan, tetapi fisik kalian justru tidak siap," kata Djamari.
Kedua, Djamari meminta seluruh personel menaati peraturan dan prosedur keamanan selama berada di atas kapal.
Selanjutnya, Djamari meminta para personel untuk selalu menjaga kesehatan dan keselamatan diri selama bertugas karena kehadiran mereka akan selalu ditunggu keluarga di rumah.
"Terakhir tunjukkan identitas keindonesiaan kalian. Tunjukkan kepedulian kita dan keinginan untuk menjalin hubungan erat dengan negara-negara di Pasifik Selatan," terang Djamari.
Dengan memegang teguh empat pesan itu, Djamari yakin seluruh personel KRI dapat menyelesaikan tugas ini dan kembali dengan selamat.
Untuk diketahui, acara pelepasan kapal ini dihadiri oleh beberapa pejabat TNI diantaranya Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakil Kepala Staf TNI AL Laksamana Madya TNI Edwin, Panglima Komando Armada (Pangkoarmada) RI Laksamana Madya TNI Denih Hendrata.
Pewarta : Walda Marison
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026