TNBTS: Penemuan Clerodendrum ismaili tambah keanekaragaman hayati
Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menyatakan flora jenis Clerodendrum ismaili H.Sant.& Sudarmono yang ditemukan di Ranu Darungan, Lereng Selatan Gunung Semeru menambah keanekaragaman hayati di kawasan tersebut.
"Kami kembali mencatat penemuan penting keanekaragaman hayati, yaitu Clerodendrum ismaili H.Sant.&Sudarmono yang ditemukan di kawasan hutan TNBTS di Ranu Darungan, Lereng Selatan Gunung Semeru," kata Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu.
Rudi menyampaikan tahap identifikasi dan publikasi ilmiah dalam rangka menetapkan Clerodendrum ismaili sebagai temuan flora baru dari kawasan TNBTS, tidak hanya mengacu pengamatan lapangan tapi melalui pemeriksaan karakter morfologi spesimen dan tumbuhan hidup.
Pihaknya turut membandingkan Clerodendrum ismaili H.Sant.& Sudarmono dengan Herbarium bogoriense dan mengkaji literatur sampai kunci identifikasi taksonomi.
Hasil kajian tersebut kemudian disusun menjadi naskah ilmiah berjudul "Clerodendrum ismaili (Lamiaceae), a new species from Bromo Tengger Semeru National Park, East Java, Indonesia".
"Pada 3 September 2026 naskah diterima oleh jurnal Phytotaxa dan dipublikasikan 15 September 2026. Epitet spesifik Ismaili untuk mengenang Ismail, salah satu kader konservasi TNBTS yang selama pengabdiannya mendukung kegiatan konservasi di kawasan Ranu Darungan," ucapnya.
Rudi menjelaskan tanaman itu kali pertama ditemukan saat kegiatan patroli biodiversitas di Ranu Darungan, Lereng Selatan Gunung Semeru atau di dalam wilayah kerja Resort Pengelola Taman Nasional (PTN) Ranu Darungan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, pada 26 Februari 2026.
Pihaknya kemudian menindaklanjuti temuan itu dengan melaksanakan observasi dan pendataan terhadap habitat, distribusi lokal, populasi, serta fenologi sejak Mei hingga Juli 2026.
Hasil pendataan menyimpulkan ada sekitar 12 individu dewasa dalam kondisi sehat.
Karena populasi yang sedikit dan sebarannya terbatas, Balai Besar TNBTS memberikan perhatian lebih terhadap keberlangsungan eksistensi flora tersebut, lewat upaya perlindungan dan pengawetan jenis.
Dari serangkaian tahapan itu pula, pihaknya mendapati bahwa Clerodendrum ismaili H.Sant.& Sudarmono dapat tumbuh di area hutan sub-pegunungan di ketinggian antara 825 sampai 950 meter di atas permukaan laut (mdpl), di bawah tajuk hutan rapat, dan pada kondisi mikrohabitat yang teduh serta relatif lembap.
Clerodendrum ismaili, lanjutnya, merupakan tumbuhan perdu tegak yang bisa tumbuh hingga 2,4 meter.
Tanaman dari suku Lamiaceae ini punya beberapa karakter, seperti bunga berwarna putih, tepi daun rata maupun sedikit bergerigi, serta terdapat rambut halus ataupun kasar di bagian mahkota bunga.
Rudi menyebut, secara morfologi jenis flora baru ini punya kemiripan dengan Clerodendrum calamitosum Linnaeus.
"Yang menunjukkan perbedaan adalah karakter vegetatif dan reproduktif yang konsisten sehingga dapat dikenali sebagai jenis berbeda," ujar dia.
Balai Besar TNBTS berharap dicatatnya temuan flora Clerodendrum ismaili mambu bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan dalam upaya menjaga kekayaan hayati.
Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.