TMMIN Pertegas Kontribusi Indonesia soal Rantai Pasok Otomotif Global
Jakarta, CNN Indonesia --
PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengeklaim terus memperluas pasar ekspor kendaraan produksi Indonesia.
Hingga kini, lebih dari 3 juta unit kendaraan Toyota buatan Indonesia telah diekspor ke berbagai negara di dunia.
Dalam memperluas pasar ekspor, TMMIN memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement atau FTA) antara Indonesia dan negara mitra dagang. Beberapa di antaranya adalah Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA), termasuk skema User Specific Duty Free Scheme (USDFS), ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA), serta Indonesia-United Arab Emirates Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUAE-CEPA).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemanfaatan fasilitas perdagangan sesuai dengan ketentuan yang berlaku mendukung kelancaran ekspor produk otomotif buatan Indonesia ke Jepang, negara-negara ASEAN, dan Uni Emirat Arab.
Alhasil TMMIN meraih Primaniyarta Awards 2026 kategori Eksportir Pemanfaat FTA. Penghargaan ini diserahkan oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso pada Rabu (14/10), di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Rabu (14/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ekspor Toyota
Toyota menyumbang lebih dari 60 persen ekspor mobil utuh (completely built-up/CBU) dari Indonesia sepanjang Januari-September 2026. Capaian ini terjadi di tengah penurunan ekspor mobil nasional pada periode yang sama.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), total ekspor mobil utuh dari Indonesia mencapai 371.260 unit pada Januari-September 2026, turun 2,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 381.644 unit.
Sementara itu ekspor mobil merek Toyota dari Indonesia justru meningkat 2,5 persen menjadi 223.696 unit. Pada Januari-September 2025, jumlah ekspor Toyota tercatat sebanyak 218.162 unit.
Dengan demikian, Toyota memberi kontribusi sekitar 60,2 persen terhadap total ekspor mobil utuh (CBU) dari Indonesia selama sembilan bulan pertama tahun ini.
Toyota Indonesia mengirimkan kendaraan produksi dalam negeri ke lebih dari 100 negara. Sedangkan pertumbuhan ekspor perusahaan ditopang peningkatan permintaan dari kawasan Amerika sebesar 14,3 persen dan Asia sebesar 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan tersebut mengimbangi penurunan permintaan dari kawasan Timur Tengah yang mencapai sekitar 16 persen.
Dari sisi model, Avanza dan Veloz menjadi kontributor ekspor terbesar Toyota sepanjang Januari-September 2026 dengan jumlah 48.425 unit. Posisi berikutnya ditempati Raize sebanyak 39.001 unit dan Yaris Cross sebanyak 32.447 unit.
Toyota menyebut model-model tersebut dikembangkan dan diproduksi di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumen domestik sekaligus pasar internasional. Keberagaman model ekspor juga mencakup sejumlah kendaraan di segmen A dan B.
Selain mobil bermesin konvensional, ekspor kendaraan elektrifikasi Toyota yang diproduksi di Indonesia juga meningkat. Ekspor Kijang Innova Zenix Hybrid Electrified Vehicle (HEV) dan Yaris Cross HEV mencapai 25.752 unit sepanjang Januari-September 2026.
Jumlah tersebut naik 63,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 15.740 unit.
Dalam keterangannya yang dikutip Kamis (15/10), Toyota Indonesia menyatakan akan terus memperkuat ekspor melalui pengembangan produk, perluasan pasar, dan peningkatan daya saing kendaraan produksi dalam negeri.
Perusahaan juga berupaya mempertahankan peran Indonesia dalam jaringan produksi dan rantai pasok otomotif global.
(ryh/mik)