Tim Satgas padamkan karhutla 8,5 hektare di Desa Merbau Ogan Komering Ulu

Tim Satgas padamkan karhutla 8,5 hektare di Desa Merbau Ogan Komering Ulu

Senin, 7 September 2026 22:41 WIB

Image Print

Tim Satgas Karhutla memadamkan kebakaran lahan di Desa Merbau, OKU Sumsel, Senin. ANTARA/HO/Polres OKU

Baturaja (ANTARA) - Tim Satgas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas 8,5 hektare di Desa Merbau, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan.

Kapolres OKU AKBP Helmy Tamaela dalam keterangan tertulis yang diterima di Palembang, Senin, mengatakan bahwa karhutla terjadi di dua titik di wilayah setempat pada Minggu (6/9) pukul 13.00 WIB.

Atas kejadian itu, anggota polisi yang tergabung dalam Satgas Karhutla diterjunkan untuk memastikan titik api segera dipadamkan dan tidak meluas.

Dia menjelaskan, langkah cepat ini dilakukan sebagai bagian dari Operasi Aman Nusa Dua yang difokuskan pada penanganan bencana alam, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Dalam pelaksanaannya, personel kepolisian bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU melakukan pemadaman dengan peralatan memadai seperti mobil suplai air, mesin nozel, dan selang machino.

"Kami tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga terjun langsung melakukan pemadaman ketika menemukan titik api," tegasnya.

Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah agar api tidak menjalar lebih luas, terlebih lagi kondisi karhutla di wilayah OKU saat ini membutuhkan perhatian khusus.

"Alhamdulillah sejak dini hari tadi titik api di dua lokasi tersebut sudah padam total. Saat ini tim satgas masih di lapangan untuk melakukan pendinginan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api," ujarnya.

Selain melakukan pemadaman, Polres OKU juga telah memetakan sedikitnya tujuh titik kawasan di wilayah setempat yang dinilai rawan terjadi karhutla.

Tujuh titik tersebut meliputi Kecamatan Lengkiti, Baturaja Timur, Baturaja Barat, Semidang Aji, Lubuk Batang, Peninjauan dan Sinar Peninjauan.

"Polres OKU menempatkan personel di sejumlah lokasi rawan tersebut. Petugas juga akan melakukan pemantauan secara berkala sebagai langkah deteksi dini," ujarnya.

Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026