◐

Terungkap! Ini Penjelasan Telkom University soal Alasan Perundungan Mahasiswa di Asrama

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:32 WIB

Jakarta, VIVA – Pihak kampus Telkom University telah memberikan sanksi tegas berupa administrasi kepada dua mahasiswa menyusul dengan insiden perundungan terhadap seorang mahasiswa baru di asrama mahasiswa pria pada Jumat (9/10/2026). 

Baca Juga

Berdasarkan keterangan dari Wakil Rektor Bidang Admisi, Kemahasiswaan dan Endowment, Prof. Dr. Ratri Wahyuningtias mengungkap bahwa satu mahasiswa dijatuhi sanksi berat dan satu mahasiswa lainnya dijatuhi sanksi sedang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terkait sanksi admistratif ada satu dari 2 yang sudah ditetapkan. 1 memperoleh sanksi berat satu dan lagi sanksi sedang. Bentuknya bervariasi tapi kita akan mengupdate kembali karena ini menunggu satu pihak yang terlibat. Secara umum sanksi berat Ketika itu diberlakukan di Telkom University maka sanski berat itu mengenai drop out dari Telkom university," kata dia dalam virtual press conference, Minggu (11/20/2026).

Baca Juga

Sementara itu, Ratri menegaskan bahwa tindakan perundungan terhadap korban, seperti yang terlihat dalam video viral di media sosial, bukan dilatarbelakangi dendam.

"Motif dendam tidak ada karena memang yang bersangkutan dan korban sebetulnya sama-sama mahasiswa baru baru yang memang baru berinteraski Ketika proses PKKMB. Mereka jadi rekan satu asmara tentunya interaksi terjadi secara intens. Jadi lebih bukan karena dendam karena memang tidak ada history yang menunjukkan kedekatan keduanya sebelum bergabung dengan Telkom university," kata dia lebih lanjut.

Baca Juga

Namun dia tidak bisa merinci secara detail terkait dengan alasan dibalik tindakan pelaku tersebut.

"Terkait dengan alasan yang dilakukan oleh pelaku sebetulnya ini memang secara kronologis itu sangat detail sekali. Tapi secara umum itu bentuk bentuk perundungan. Detailnya tidak bisa saya jelaskan detail karena cukup panjang," kata dia. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sisi lain, Ratih juga mengungkap kondisi terkini dari korban. Disebutnya bahwa korban dalam keadaan baik-baik saja. Pihak kampus juga sudah memberikan perlindungan terhadap korban termasuk pendampingan dari tenaga Kesehatan.

"Tapi kami di sini mencoba memastikan bahwa semua pihak khususnya dan para korban di sini dalam keadaan baik-baik saja. Sehingga kita beri perlindungan termasuk konseling untuk menjaga Kesehatan baik secara fisik maupun mental," kata doa.

Halaman Selanjutnya

Korban dan pelaku juga kata Ratri saat ini sudah berada di asrama yang terpisah dengan pendampingan langsung dari senior residence.