Telkomsel Manfaatkan Tambahan 100 MHz Untuk 5G dan Dongkrak Cuan

Jakarta -

Usai mendapatkan spektrum frekuensi tambahan sebanyak 100 MHz di pita 700 MHz dan 2,6 GHz, Telkomsel menjanjikan akan melakukan gebrakan layanan 5G.

Pemanfaatan spektrum baru itu akan dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan pasar dengan mempertimbangkan produktivitas spektrum, disiplin investasi, dan potensi imbal hasil. Total kini portofolio spektrum Telkomsel yang dioperasikan mencapai 265 MHz.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel Daru Mulyawan mengatakan tambahan spektrum akan memperkuat kapasitas dan kualitas jaringan Telkomsel sekaligus mendukung pengembangan jaringan seluler generasi kelima ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tetap berfokus membangun pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan dengan mengutamakan kualitas pelanggan, pengalaman layanan, serta disiplin investasi. Ke depan, tambahan 100 MHz spektrum akan semakin memperkuat kapasitas dan kualitas jaringan serta mendukung pengembangan 5G," kata Daru dalam Public Expose Live 2026.

Disampaikannya, Telkomsel tidak akan langsung menggenjot investasi secara agresif setelah mendapatkan tambahan spektrum. Pemanfaatannya akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar pertumbuhan jaringan tetap sejalan dengan kualitas layanan dan profitabilitas.

Tambahan kapasitas jaringan tersebut datang ketika kinerja bisnis Telkomsel menunjukkan momentum positif. Pada Semester I 2026, pendapatan Telkomsel tumbuh 5,3% secara tahunan menjadi Rp28 triliun.

Pertumbuhan juga terlihat lebih kuat pada sisi profitabilitas. EBITDA Telkomsel meningkat 10,3%, sementara laba bersih melonjak 24,9%.

Salah satu indikator yang menunjukkan perbaikan kualitas monetisasi pelanggan adalah average revenue per user (ARPU). ARPU mobile Telkomsel naik 11,6% menjadi sekitar Rp46 ribu.

Kenaikan ARPU tersebut terjadi di tengah basis pelanggan yang lebih terkonsolidasi. Artinya, Telkomsel kini tidak semata-mata mengejar pertumbuhan jumlah pelanggan, tetapi juga berupaya meningkatkan kualitas pelanggan, pengalaman layanan, serta monetisasi penggunaan layanan digital.

Strategi tersebut menjadi salah satu penopang kinerja Telkom Group pada paruh pertama 2026. Telkom mencatat pendapatan konsolidasi Rp75,9 triliun atau tumbuh 3,9% secara tahunan, dengan EBITDA Rp37,5 triliun dan margin 49,4%.

Bagi Telkomsel, tambahan spektrum 100 MHz menjadi modal penting untuk menopang pertumbuhan trafik data sekaligus memperkuat kesiapan jaringan 5G. Namun, perusahaan menegaskan investasi akan tetap dilakukan secara selektif agar ekspansi jaringan memberikan imbal hasil yang optimal.

"Kami akan memanfaatkan tambahan spektrum ini secara bertahap sesuai dengan kebutuhan pasar, dengan tetap menjaga disiplin investasi dan visibilitas terhadap imbal hasil untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan," kata Daru.

Rencana pengembangan dan peningkatan kualitas 5G Telkomsel menarik ditunggu. Sebab, peta persaingan 5G di Tanah Air akan semakin sengit, di mana XLSmart yang menguasai pasar tersebut juga sedang gencar-gencarnya menggeber layanan 5G.

(agt/agt)

TAGS

LIHAT LAINNYA