Tanpa Drama, Ini 5 Cara Menolak Permintaan Tukar Kursi di Pesawat

Jakarta, CNN Indonesia --

Penumpang yang menolak berpindah tempat duduk di pesawat sering dianggap tidak berempati, terutama ketika permintaan tersebut datang dari orang tua yang ingin duduk bersama anak atau anggota keluarganya.

Padahal, penumpang tidak berkewajiban untuk memberikan kursi yang telah dipilih atau dibayarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam hal ini, yang penting soal menolak atau menerima permintaan. Menolak sah-sah saja, asal dilakukan dengan cara yang tepat agar tak berkembang menjadi konflik.

Pakar resolusi konflik Emily Skinner mengatakan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan penumpang saat menghadapi permintaan tukar kursi. Berikut di antaranya, melansir Travel and Leisure.

1. Kenali cara menghadapi konflik

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah memahami bagaimana diri sendiri biasanya merespons konflik. Skinner menyarankan penumpang mengenali hal-hal yang dapat memicu emosi, termasuk batas ketika mulai merasa terlalu tertekan atau kewalahan.

Menurutnya, sebagian orang cenderung pasif dan menerima permintaan meski sebenarnya tidak menginginkannya. Sementara itu, ada pula yang lebih tegas dalam menentukan batasan dan menyampaikan keinginannya.

"Kenali apa yang menjadi pemicu emosimu. Ketahui batas ketika kamu mulai merasa terlalu terstimulasi," kata Skinner.

Pilihan Redaksi

2. Coba redakan situasi

Jika tidak ingin bertukar kursi, penumpang bisa menyampaikan penolakannya dengan tetap menghargai orang yang meminta.

Skinner menyarankan untuk menunjukkan bahwa permintaan tersebut sudah didengar dan dipahami, tetapi kursi yang dipilih sejak awal ingin tetap digunakan.

Jika orang tersebut terus mendesak, jangan memperpanjang perdebatan. Dalam kondisi seperti ini, penumpang dapat meminta bantuan awak kabin.

3. Minta bantuan awak kabin

Menurut Skinner, penumpang tidak bertanggung jawab untuk membuat orang lain menerima keputusan yang sudah dibuat.

Jika situasi semakin tidak nyaman, awak kabin dapat dilibatkan untuk membantu menyelesaikan masalah.

"Jelaskan dengan tegas keputusan yang kamu buat. Jika situasinya berlanjut lebih jauh, saat itulah saya sangat menyarankan untuk meminta bantuan awak kabin," ujarnya.

4. Tetap tenang jika direkam

Konflik di ruang publik juga bisa direkam menggunakan kamera ponsel. Jika hal ini terjadi, Skinner menyarankan penumpang tetap tenang dan tidak terpancing untuk berdebat.

Penumpang dapat memberikan respons singkat seperti, "Saya memahami bahwa Anda tidak senang dengan keputusan saya". Jika situasi terus berlanjut, penumpang bisa kembali meminta bantuan awak kabin.

Skinner juga menyarankan untuk menyampaikan dengan jelas jika tidak memberikan izin untuk direkam. Menurutnya, semakin sedikit keterlibatan dalam konflik, semakin baik.

5. Tetap bisa berempati tanpa harus mengalah

Permintaan tukar kursi tidak selalu disampaikan dengan cara agresif. Seseorang mungkin memohon atau membuat penumpang merasa bersalah karena memang memiliki alasan ingin duduk bersama anggota keluarga atau teman perjalanan.

Namun, Skinner mengatakan, kebutuhan kedua pihak tetap bisa diakui secara bersamaan. Orang yang meminta kursi mungkin memiliki kebutuhan tertentu, tetapi penumpang juga berhak mempertahankan kursinya.

(dsd/asr)