Tanda Pasangan Tidak Stabil Secara Emosional
5 Tanda Pasangan Tidak Stabil Secara Emosional, Jangan Sampai Kamu Abaikan!
Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Minggu, 12 Jul 2026 15:00 WIB
Tanda Pasangan Tak Stabil Secara Emosi/Foto: Magnific
Pernah nggak, Beauties, kamu merasa hubungan terasa melelahkan bukan karena kurang cinta, melainkan karena pasangan terlihat tidak stabil secara emosional saat menghadapi berbagai situasi? Kadang, tanda-tandanya muncul perlahan dan sering kali justru diabaikan karena rasa sayang yang terlalu besar.
Padahal, sebelum hubungan berkembang lebih serius, memahami kondisi emosional seseorang itu sangat penting. Sebab, pasangan yang kesulitan mengelola emosi biasanya akan membawa pola hubungan yang penuh drama, konflik berulang, bahkan membuat kamu terkuras secara mental tanpa sadar.
Kalau selama ini kamu masih bingung bagaimana melihat red flag sejak awal, beberapa tanda berikut bisa membantu kamu memahami apakah seseorang benar-benar siap menjalin hubungan dewasa atau justru masih membawa banyak luka emosional yang belum selesai. Dilansir dari Psychology Today, ini dia daftarnya.
Selalu Menghindari Masalah daripada Menghadapinya

Selalu Menghindari Masalah/Foto: Magnific
Salah satu tanda paling jelas seseorang sedang tidak stabil secara emosional adalah kebiasaannya menghindari masalah, bukan mencari solusi. Ketika menghadapi persoalan, mereka justru memilih kabur daripada bertanggung jawab.
Misalnya, seseorang sengaja mengganti nomor telepon agar tidak dihubungi penagih utang. Atau ketika sedang mengalami masalah finansial, mereka lebih memilih pura-pura semuanya baik-baik saja daripada mencari jalan keluar yang realistis.
Dalam hubungan, pola seperti ini bisa menjadi masalah besar. Sebab ketika konflik muncul, mereka cenderung menghilang, menghindar, atau membiarkan pasangan menanggung semuanya sendirian.
Sulit Sekali Mengakui Kesalahan

Sulit Mengakui Kesalahan/Foto: Magnific
Pernah bertemu seseorang yang selalu merasa dirinya benar dalam segala situasi? Nah, ini juga bisa menjadi tanda kondisi emosional yang belum matang.
Orang dengan kestabilan emosi rendah biasanya sangat sulit mengakui kesalahan. Ketika melakukan sesuatu yang keliru, mereka justru mencari alasan, memutarbalikkan fakta, atau bahkan menyalahkan keadaan dan orang lain.
Hubungan dengan tipe pasangan seperti ini biasanya terasa melelahkan. Sebab setiap konflik berubah menjadi ajang saling menyalahkan, bukan ruang untuk memperbaiki keadaan bersama.
Kalau pasangan terus menolak bertanggung jawab atas tindakannya, kamu mungkin perlu mulai mempertimbangkan ulang hubungan tersebut.
Sangat Takut terhadap Kritik atau Penolakan Kecil

Takut pada Kritik/Foto: Magnific
Setiap orang pasti pernah menerima kritik atau mengalami penolakan dalam hidup. Namun, orang yang emosinya belum stabil biasanya merespons hal kecil dengan cara yang jauh lebih ekstrem.
Komentar sederhana bisa dianggap serangan pribadi. Penolakan kecil dapat memicu perubahan mood drastis, overthinking berkepanjangan, hingga ledakan emosi yang sulit dikendalikan.
Orang seperti ini biasanya memiliki kemampuan coping yang kurang baik. Mereka cenderung terus memikirkan pengalaman negatif dan sulit menenangkan dirinya sendiri setelah mengalami situasi yang tidak sesuai harapan.
Dalam hubungan, kondisi ini sering membuat komunikasi terasa rumit karena pasangan terlalu sensitif terhadap banyak hal.
Tidak Konsisten Menepati Komitmen

Tidak Konsisten pada Komitmen/Foto: Magnific
Coba perhatikan kebiasaan sehari-harinya. Apakah dia tipe orang yang sering membatalkan janji mendadak, sulit hadir tepat waktu, atau kerap tidak menyelesaikan tanggung jawabnya?
Kemampuan menepati komitmen sebenarnya menjadi salah satu indikator kestabilan emosi seseorang. Orang yang sehat secara emosional biasanya mampu mengatur prioritas serta bertanggung jawab terhadap apa yang sudah dijanjikan.
Sebaliknya, seseorang yang sering berubah-ubah dan tidak konsisten biasanya masih kesulitan mengatur dirinya sendiri. Hal kecil seperti terus mengingkari janji bisa memberi gambaran besar tentang bagaimana mereka menjalani hubungan nantinya.
Kalau sejak awal sudah sulit diandalkan, tentu kamu perlu berpikir dua kali.
Memiliki Riwayat Hubungan dan Lingkungan Keluarga yang Sangat Dramatis

Punya Riwayat Keluarga yang Dramatis/Foto: Magnific
Memang tidak adil menilai seseorang sepenuhnya dari latar belakang keluarganya. Namun, lingkungan keluarga sering membentuk bagaimana seseorang belajar mengelola emosi sejak kecil.
Jika seseorang tumbuh di lingkungan yang penuh konflik, tidak stabil, atau minim figur pengasuh yang suportif, ada kemungkinan mereka belum memiliki keterampilan emosional yang sehat saat dewasa.
Hal serupa juga bisa terlihat dari riwayat hubungan masa lalu. Jika hampir semua hubungan sebelumnya berakhir sangat dramatis, penuh konflik besar, atau bahkan melibatkan situasi ekstrem, biasanya ada luka emosional yang belum selesai diproses dengan baik.
Tentu bukan berarti orang tersebut buruk. Namun, hubungan dengan orang seperti ini sering membutuhkan energi emosional jauh lebih besar dibanding hubungan pada umumnya.
Menjalin hubungan bukan sekadar menemukan seseorang yang membuat hati berbunga-bunga. Lebih dari itu, kamu juga perlu melihat apakah orang tersebut benar-benar siap hadir sebagai pasangan yang sehat secara mental dan emosional.
Jadi Beauties, sebelum jatuh terlalu dalam, coba perhatikan lagi, apakah hubunganmu sekarang benar-benar sehat atau justru penuh sinyal yang selama ini kamu abaikan?
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
Pilihan Redaksi
- 3 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Mengalah dalam Hubungan
- 5 Topik yang Sering Dibahas Pasangan yang Saling Percaya
- 7 Tanda Hubungan Rebound yang Sering Terjadi
(naq/naq)
Komentar
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.