Taman Gotong Royong JKN Hadir di Batas Negara, Perkuat Semangat Kolaborasi |Republika Online
REPUBLIKA.CO.ID,ATAMBUA – BPJS Kesehatan bersama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) dan Pemerintah Kabupaten Belu meresmikan Taman Budaya Gotong Royong BPJS Kesehatan di kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur. Kehadiran taman ini menjadi wujud kolaborasi dalam memperkuat semangat gotong royong dan kebersamaan di kawasan perbatasan Republik Indonesia–Republik Demokratik Timor-Leste (RI–RDTL).
"Taman Budaya Gotong Royong merupakan simbol kolaborasi dan kebersamaan sekaligus membantu membangun pemahaman masyarakat mengenai Program JKN hingga di wilayah perbatasan. Kami berharap taman ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menghadirkan suasana yang nyaman di kawasan PLBN Motaain,” ujar Direktur SDM dan Umum BPJS Kesehatan, Vetty Yulianty Permanasari.
Lebih lanjut, Vetty menegaskan bahwa semangat kolaborasi dan gotong royong yang diwujudkan melalui pembangunan Taman Budaya Gotong Royong tersebut sejalan dengan Tata Nilai INISIATIF BPJS Kesehatan, yaitu Integritas, Kolaborasi, Pelayanan Prima, dan Inovatif. Menurutnya, nilai-nilai tersebut tidak hanya menjadi pedoman dalam menjalankan tugas, tetapi juga perlu diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin nilai-nilai INISIATIF tidak hanya dikenal, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Integritas berarti jujur dan dapat dipercaya, Kolaborasi berarti membangun keberhasilan bersama, Pelayanan Prima berarti memberikan manfaat dan pelayanan terbaik, sedangkan Inovatif berarti terus mencari cara yang lebih baik. Seluruh nilai tersebut kami persatukan dalam semangat gotong royong. Tidak ada satu pihak yang dapat berjalan sendiri. Dengan kolaborasi, kita dapat menghadirkan manfaat yang lebih besar dan dapat dirasakan oleh masyarakat,” jelas Vetty.
Vetty menjelaskan, tantangan dalam penyelenggaraan Program JKN tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan layanan, tetapi juga bagaimana masyarakat memahami hak dan kewajibannya serta bersama-sama menjaga keberlanjutan Program JKN.
“Program JKN adalah program bersama. Karena itu, keberhasilannya juga membutuhkan dukungan dan partisipasi dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat. Semangat gotong royong inilah yang perlu terus kita jaga agar Program JKN dapat memberikan perlindungan kesehatan secara berkelanjutan,” tuturnya.
Bupati Belu, Willybrodus Lay menyampaikan terima kasih kepada BPJS Kesehatan yang telah mendukung terwujudnya Taman Budaya Gotong Royong di PLBN Motaain.
“Kita dukung apa yang sudah dibangun. Kita juga berharap dan menghimbau masyarakat agar merawat Taman Budaya Gotong Royong ini ujar,” Willy.
Ia juga mengajak masyarakat Kabupaten Belu dan sekitarnya yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan agar mengambil bagian dalam program perlindungan kesehatan pemerintah.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) yang diwakili oleh Kepala Administrator PLBN Motaain, Maria Fatima Rika menyampaikan apresiasi atas kehadiran Taman Budaya Gotong Royong tersebut. Menurutnya, taman yang dibangun melalui kolaborasi BPJS Kesehatan dengan berbagai pihak itu memiliki makna lebih dari sekadar fasilitas fisik.
“BPJS Kesehatan telah menghadirkan sebuah ruang yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa pesan penting tentang budaya gotong royong, kolaborasi dan pelayanan kepada masyarakat di kawasan perbatasan,” ujarnya.
Ia mengatakan, keberadaan taman tersebut dapat menjadi ruang interaksi sekaligus edukasi budaya bagi masyarakat dan para pelintas batas. Kehadiran taman budaya gotong royong ini diharapkan tidak hanya memperindah kawasan PLBN Motaain, tetapi juga menjadi ruang yang hidup dan bermanfaat bagi masyarakat.