Tak Cuma Skincare, 5 Makanan Ini Efektif Bantu Atasi Jerawat

Jakarta -

Jerawat menjadi salah satu masalah kulit yang paling sering dialami banyak orang. Cara penanganannya pun tak hanya dari luar, tapi pola makan juga berpengaruh.

Jika membicarakan jerawat, mulai dari remaja sampai orang dewasa banyak yang mengalaminya. Penyebabnya pun beragam, mulai dari faktor genetik, hormon, stres, kesehatan usus, hingga polusi.

Selain perawatan kulit, pola makan juga diduga berperan dalam memengaruhi kondisi jerawat, meski efeknya bisa berbeda pada setiap orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa makanan kaya serat, antioksidan, dan asam lemak omega-3 berpotensi membantu menjaga kesehatan kulit dengan mengurangi peradangan.

Dilansir dari Everyday Health (22/07/2026), berikut lima makanan yang dinilai baik dikonsumsi untuk mendukung kulit yang lebih sehat dan membantu mengurangi risiko munculnya jerawat.

1. Salmon

15 Jenis Ikan yang Bagus untuk MPASI Bayi dan ManfaatnyaSalmon. Foto: Getty Images/Siraphol

Ikan salmon menjadi salah satu makanan yang sering direkomendasikan untuk mendukung kesehatan kulit berkat kandungan asam lemak omega-3 yang tinggi.

Menurut dermatolog Shoshana Marmon, omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan yang berperan dalam pembentukan jerawat. Nutrisi ini juga diyakini membantu mencegah peradangan pada pori-pori yang memicu munculnya papula maupun pustula.

Selain salmon, sumber omega-3 juga bisa diperoleh dari ikan tuna, makarel, serta biji chia dan biji rami. Mengonsumsi makanan kaya omega-3 secara rutin dapat menjadi bagian dari pola makan sehat yang mendukung kondisi kulit.

2. Yogurt

Ilustrasi yogurtIlustrasi yogurt Foto: Getty Images/nensuria

Yogurt merupakan makanan fermentasi yang mengandung probiotik hidup sehingga bermanfaat untuk menjaga keseimbangan mikrobioma usus.

Menurut Marmon, makanan kaya probiotik seperti yogurt dapat membantu meredakan jerawat karena bakteri baik di dalamnya mampu mengurangi peradangan dan stres oksidatif dalam tubuh.

Ahli gizi Julia Zumpano juga menjelaskan bahwa kesehatan mikrobioma usus berperan dalam mengatur hormon dan sinyal yang memengaruhi kondisi kulit. Selain yogurt, probiotik juga dapat diperoleh dari kefir, kimchi, maupun beberapa produk pangan yang diperkaya probiotik.

3. Chickpea

Cooked chickpeas in white bowl isolated on white from above.Kacang arab. Foto: thinkstock

Chickpea atau kacang arab kaya akan zinc sekaligus memiliki indeks glikemik rendah sehingga tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis.

Menurut Julia Zumpano, makanan dengan kadar gula tinggi dapat meningkatkan produksi insulin. Kondisi ini mendorong peningkatan hormon androgen yang merangsang produksi sebum atau minyak berlebih pada kulit serta memperparah peradangan.

Akibatnya, pori-pori kulit lebih mudah tersumbat dan memicu jerawat. Selain chickpea, pilihan makanan berindeks glikemik rendah lainnya meliputi kacang-kacangan lain, roti gandum utuh, dan beberapa jenis buah.

4. Blueberry

BlueberryBlueberry Foto: iStock

Blueberry dikenal sebagai buah yang kaya antioksidan, seperti polifenol, vitamin, dan mineral yang membantu melawan peradangan.

Menurut Marmon, buah dan sayuran berwarna cerah mengandung vitamin A, C, dan E yang berperan mengurangi stres oksidatif, salah satu faktor yang berkaitan dengan munculnya jerawat. Manfaat serupa juga bisa diperoleh dari kale, bayam, stroberi, apel, tomat, anggur, hingga kembang kol.

Beberapa peneliti juga menyarankan pola makan bergaya Mediterania karena kaya buah, sayuran, dan sumber omega-3 yang baik untuk kesehatan kulit.


5. Almond

7 Manfaat Susu Almond, Turunkan Berat Badan hingga Sehatkan Jantung7 Manfaat Susu Almond, Turunkan Berat Badan hingga Sehatkan Jantung Foto: Getty Images/Rocky89

Kacang almond menjadi camilan yang baik untuk kesehatan kulit karena mengandung zinc dalam jumlah tinggi. Mineral ini memiliki sifat antiinflamasi dan antibakteri yang dapat membantu menjaga kondisi kulit tetap sehat.

Menurut Marmon, selain almond, zinc juga banyak ditemukan pada biji labu dan lentil. Meski daging merah juga mengandung zinc, konsumsinya sebaiknya tidak berlebihan karena berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke.

Jika ingin mengonsumsi suplemen zinc, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi karena dapat berinteraksi dengan beberapa obat, termasuk antibiotik dan suplemen zat besi.

Halaman 2 dari 2

(sob/adr)