Survei perlihatkan ada 11.694 individu orangutan sumatera
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengungkapkan hasil survei populasi terbaru memperlihatkan populasi orangutan sumatera (Pongo abelii) diperkirakan mencapai 11.694 individu dan orangutan tapanuli (Pongo tapanuliensis) diperkirakan sebanyak 716 individu.
"Konservasi orangutan merupakan tanggung jawab bersama. Keberhasilannya hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah, akademisi, mitra konservasi, dunia usaha, dan masyarakat. Data ilmiah yang dihasilkan melalui survei ini menjadi landasan penting dalam menyusun kebijakan konservasi yang tepat sasaran," ujar Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Rohmat Marzuki dalam keterangan dikonfirmasi dari Jakarta, Senin.
Disampaikan usai Seminar Nasional Refleksi Satu Dekade Konservasi Orangutan Sumatera dan Orangutan Tapanuli Secara Kolaboratif di Medan, Sumatera Utara pada Sabtu (18/7), Wamenhut Rohmat menekankan hasil survei pada 2021-2023 itu menjadi dasar ilmiah untuk penyusunan kebijakan dan langkah konservasi yang lebih efektif untuk melindungi satwa terancam punah tersebut.
Survei populasi periode 2021–2023 memperlihatkan populasi orangutan sumatera diperkirakan mencapai 11.694 individu dan orangutan tapanuli diperkirakan sebanyak 716 individu.
Hasil survei juga menunjukkan adanya tantangan serius terhadap upaya pelestarian kedua spesies yang masuk kategori dilindungi tersebut.
Penurunan populasi orangutan sumatera dibandingkan jumlah pada 2011 serta tingginya kerentanan orangutan tapanuli di bentang alam Batang Toru menjadi pengingat bahwa upaya konservasi harus terus diperkuat melalui pendekatan berbasis ilmu pengetahuan, perlindungan habitat, penegakan hukum, serta kolaborasi lintas sektor.
Untuk itu, jelasnya, sejalan dengan Rencana Strategis Kemenhut maka Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem terus memperkuat upaya menjaga kelestarian fungsi ekologis keanekaragaman hayati, meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan konservasi, serta memperkuat tata kelola perlindungan keanekaragaman hayati di dalam maupun di luar kawasan hutan melalui pengembangan areal preservasi.
Wamenhut Rohmat menyebut bahwa tidak hanya pelaksanaan survei populasi tapi juga akan dilakukan penyusunan Population and Habitat Viability Assessment (PHVA).
Langkah itu menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi Indonesian Biodiversity Strategy and Action Plan (IBSAP) 2025-2045 yang menempatkan perlindungan spesies dan keanekaragaman hayati sebagai prioritas nasional.
"Pelaksanaan survei populasi dan penyusunan PHVA menjadi bagian penting dalam mendukung implementasi IBSAP 2025–2045 yang menempatkan perlindungan spesies dan keanekaragaman hayati sebagai prioritas nasional. Karena itu, sinergi seluruh pemangku kepentingan harus terus diperkuat agar konservasi orangutan sumatera dan orangutan tapanuli dapat berjalan secara sistematis, adaptif, dan berkelanjutan," demikian Rohmat Marzuki.
Baca juga: COP: Tiga orangutan Kalimantan baru dilepas terpantau aktif
Baca juga: BKSDA Aceh selamatkan orang utan dari areal perkebunan
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.