Stretch Mark: Penyebab dan Cara Menghilangkannya - Primaya Hospital

Stretch mark

Stretch mark adalah kondisi kulit yang sangat umum dan tidak berbahaya secara fisik, tapi kemunculannya sering kali menimbulkan kekhawatiran karena mempengaruhi estetika dan kepercayaan diri banyak orang. Memahami penyebab dan berbagai cara menghilangkan stretch mark penting agar merasa lebih nyaman ketika mengalami kondisi ini. Artikel ini akan mengupas segala hal tentang stretch mark, dari akar penyebabnya hingga berbagai pilihan perawatan yang tersedia, termasuk perbedaannya dengan selulit yang sering disalahpahami.

Stretch mark

Apa Itu Stretch Mark?

Stretch mark atau dalam istilah medis dikenal sebagai striae atau striae distensae adalah jenis bekas luka yang muncul di kulit setelah kulit meregang atau menyusut dengan cepat. Stretch mark terlihat seperti garis-garis yang sedikit cekung atau tertekan, menyerupai bekas luka, dan kerap memiliki warna yang berbeda dibanding kulit di sekitarnya.

Ketika stretch mark atau gurat peregangan pertama kali muncul, warnanya bisa bervariasi, tergantung warna kulit. Dalam artikel di National Center for Biotechnology Information, stretch mark bisa terlihat berwarna merah, merah muda, biru, hitam, ungu, atau cokelat kemerahan. Pada tahap awal, yang dikenal sebagai striae rubrae, garis-garis ini mungkin terasa sedikit terangkat atau timbul ketika diraba dan bahkan terasa gatal atau mengalami iritasi.

Seiring dengan waktu, warna stretch mark akan memudar dan garis-garis tersebut akan menjadi lebih cekung, tampak mengkilap, dan berubah menjadi perak atau putih. Tahap ini dikenal sebagai striae albae. Jika meraba stretch mark yang sudah matang, Anda akan merasakan sedikit cekungan di bawah permukaan kulit.

Stretch mark paling sering ditemukan di area tubuh yang mengalami peregangan signifikan, seperti:

Penting untuk diingat bahwa stretch mark tidak menular dan tidak dapat menyebar melalui kontak kulit ke kulit.

Penyebab Stretch Mark

Penyebab stretch mark yang utama seringkali berkaitan dengan perubahan hormonal dan pertumbuhan yang cepat. Berikut ini sejumlah penyebab yang umum:

Cara Menghilangkan Stretch Mark

Stretch mark tidak bersifat permanen seperti bekas luka lainnya, tapi bisa mengganggu penampilan sehingga banyak orang mencari cara menghilangkanya

Berikut ini beberapa metode yang telah terbukti efektif:

Dikutip dari penelitian di Journal of Cosmetic and Laser Therapy, penanganan stretch mark biasanya dibagi menjadi dua tujuan utama berdasarkan tahap pembentukannya. Pada tahap striae rubrae, tujuannya adalah mengurangi kemerahan, pembengkakan, dan iritasi. Adapun pada tahap striae albae, fokusnya beralih ke stimulasi produksi kolagen dan serat elastis, peningkatan hidrasi kulit, dan pengurangan peradangan.

Penting untuk dicatat bahwa cara menghilangkan stretch mark paling efektif adalah ketika masih baru dan berwarna merah atau ungu (striae rubrae). Stretch mark yang sudah putih dan matang (striae albae) lebih sulit diobati karena adanya kerusakan jaringan kulit.

Perbedaan Stretch Mark dan Selulit

Meskipun stretch mark dan selulit sering dianggap sama, keduanya adalah kondisi yang berbeda dengan penyebab dan karakteristik masing-masing. Perbedaan utama terletak pada jaringan yang terlibat dan kedalamannya:

Stretch mark

Selulit

Cara menghilangkan selulit juga mirip dengan stretch mark. Selain penggunaan obat oles dengan bahan aktif seperti kurkumin, asam asiatik, asiatikosida, asam madekasik, dan madekasosida, ada beberapa teknologi yang bisa digunakan sebagai cara menghilangkan selulit. Di antaranya radiofrekuensi dan ultrasonografi untuk mengencangkan kulit dan merangsang produksi kolagen/elastin serta teknologi laser.

Yang juga penting sebagai cara menghilangkan selulit dan stretch mark adalah menerapkan gaya hidup sehat, terutama memastikan kecukupan kebutuhan nutrisi yang penting untuk menjaga kulit sehat.

Meskipun stretch mark umumnya tidak berbahaya dan tidak memerlukan perawatan medis, tak ada salahnya jika hendak berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan, terutama dermatologis, terutama jika sedang hamil atau menyusui. Pastikan berkonsultasi dengan dermatologis bersertifikat untuk mendapatkan perawatan terbaik berdasarkan kondisi kulit, usia, dan berapa lama stretch mark itu ada.

Ditinjau oleh:

dr. Aris Aryadi Tjahjadi Oedi, Sp. KK

Spesiais Dermatovenereologi

Primaya Hospital Betang Pambelum

Refferensi:

Share to :