SRMA 19 Bantul fokus mendidik satu angkatan pada tahun ini - ANTARA News Kalimantan Barat

Yogyakarta (ANTARA) - Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 19 Bantul yang berlokasi di Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, pada tahun ajaran 2026/2027 hanya berfokus mendidik satu angkatan siswa karena seluruh peserta didik baru dialihkan ke Sekolah Rakyat (SR) Terpadu Kulon Progo yang telah selesai dibangun.

Kepala SRMA 19 Bantul Agus Ristanto, di Bantul, Jumat, mengatakan proses penerimaan peserta didik baru Sekolah Rakyat dilakukan oleh Dinas Sosial bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) melalui penjaringan masyarakat kurang mampu.

"Jelas kondisi ekonominya masuk di desil 1 dan desil 2," katanya.

Menurut Agus, seluruh peserta didik baru dari SR yang masih menggunakan gedung milik Kementerian Sosial (Kemensos), termasuk di Bantul dan Sleman ditempatkan di SR Terpadu Kulon Progo.

"SR yang di Bantul dan Sleman sekarang untuk siswa baru diposisikan ke SRT Kulon Progo," ujarnya.

Ia mengatakan SRMA 19 Bantul pada tahun ini hanya melaksanakan kegiatan belajar mengajar bagi satu angkatan yang diterima pada 2025 dan kini telah memasuki kelas XI.

"Jadi di Sonosewu (SRMA 19 Bantul), siswanya tidak punya kakak maupun adik kelas. Adiknya ada, tetapi berada di Kulon Progo," katanya.

Agus mengatakan pihaknya memperoleh informasi dari Kemensos bahwa untuk sementara SRMA 19 Bantul tetap beroperasi seperti biasa dengan hanya melayani satu angkatan siswa.

Ia mengaku belum mengetahui secara pasti apakah setelah angkatan tersebut lulus seluruh kegiatan akan dipusatkan di Kulon Progo atau tetap berlangsung di Bantul.

"Kalau seandainya Pemerintah Kabupaten Bantul mendirikan SR permanen, kemungkinan kami tidak pindah ke Kulon Progo," ujarnya.

Menurut dia, jumlah siswa di SRMA 19 Bantul saat ini menjadi 196 orang dari semula 200 siswa karena empat peserta didik mengajukan pindah ke sekolah yang lokasinya lebih dekat dengan tempat tinggal masing-masing.

"Sebanyak 200 siswa naik kelas semua, kemudian empat anak mengajukan pindah sekolah," katanya.

Agus menambahkan proses pembelajaran di SRMA 19 Bantul tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga penguatan pendidikan karakter, adab, dan sopan santun.

"Karena mereka menginap, ada pendidikan praktik ibadah setiap hari sesuai dengan agama masing-masing," ujarnya.

Pewarta: Agung Dwi Prakoso
Uploader : Admin Antarakalbar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.