Soekarno-Hatta Ditutup hingga 18.00 WIB, 243 Penerbangan Terdampak
Manajemen Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus memantau perkembangan kondisi serta berkoordinasi dengan stakeholder terkait untuk memastikan penanganan dampak operasional dan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan dengan baik.
Baca Juga: Dampak Abu Vulkanik Anak Krakatau Masih Terasa, Ini Daftar Bandara yang Ditutup Sementara Hari Ini
Sejak penutupan sementara operasional penerbangan pada 6 September 2026, Bandara Soekarno-Hatta telah mengaktifkan Service Recovery Activation (SRA) sebagai bagian dari upaya penanganan penumpang terdampak.
Berbagai dukungan telah disiapkan, antara lain penyediaan makanan dan minuman ringan, area istirahat, serta layanan transportasi darat untuk mendukung mobilitas penumpang.
Sebagai alternatif mobilitas bagi penumpang terdampak, InJourney Airports juga telah menyiapkan layanan bus gratis dengan tujuan Yogyakarta, Solo, Semarang, dan Surabaya.
Layanan tersebut diberikan untuk membantu penumpang menuju kota tujuan masing-masing, dengan pendaftaran dilakukan melalui posko yang tersedia di terminal.
“Kami memahami bahwa kondisi ini berdampak pada perjalanan para penumpang. Karena itu, sejak awal penutupan sementara kami fokus memastikan kebutuhan penumpang tetap terlayani, mulai dari penyediaan makanan dan area istirahat hingga alternatif transportasi darat,” kata Asst. Deputy Communication & Legal KC Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Yudistiawan dalam keterangannya, Senin (7/9/2026).
Selain itu, sejumlah fasilitas di terminal turut dimanfaatkan untuk mendukung penanganan penumpang terdampak, termasuk Employee Lounge sebagai salah satu area istirahat.
Posko penanganan juga telah dioperasikan untuk memperkuat koordinasi di lapangan, sementara maskapai penerbangan tetap membuka layanan di terminal masing-masing untuk memberikan informasi dan penanganan kepada penumpang terdampak.
“Saat ini kami masih melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif dengan seluruh stakeholder. Kami akan terus menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan, dengan tetap menempatkan keselamatan penerbangan sebagai prioritas utama,” ujar Yudistiawan.
Berdasarkan data penerbangan 7 September 2026 hingga pukul 06.30 WIB, terdapat 243 penerbangan terdampak, yang merupakan akumulasi dari pembatalan, keterlambatan, pengalihan pendaratan ke bandara lain, serta dampak operasional lainnya.
Jumlah tersebut terdiri dari 184 penerbangan domestik, 54 penerbangan internasional, dan 5 penerbangan kargo, dengan total 29.619 penumpang terdampak.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta bersama seluruh stakeholder terkait terus melakukan evaluasi terhadap perkembangan kondisi dan dampaknya terhadap operasional penerbangan.
Pemulihan operasional akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi abu vulkanik dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.
“Kami mengimbau pengguna jasa untuk memastikan kembali status dan jadwal penerbangannya melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara. Bagi penumpang yang terdampak, kami mengajak untuk mengikuti informasi dan arahan petugas di terminal agar proses penanganan dapat berjalan dengan baik,” tutur Yudistiawan.