SMI Kucurkan Rp8,1 Triliun untuk 16 Proyek Publik Bali dan Nusa Tenggara - Regional Katadata.co.id

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI telah menyalurkan pinjaman daerah sebesar Rp8,1 triliun untuk membiayai 16 fasilitas publik di wilayah Bali dan Nusa Tenggara hingga Juli 2026.

Direktur Operasional dan Keuangan SMI Aradita Priyanti mengatakan pembiayaan tersebut diberikan untuk proyek yang telah masuk dalam rencana pemerintah daerah dan dinilai memberikan manfaat sosial ekonomi bagi masyarakat.

“Proyek yang dibiayai itu sudah masuk rencana pemda dan proyek tersebut memberikan manfaat sosial ekonomi kepada masyarakat, itu pengukuran kami,” kata Aradita di sela forum ekonomi Balinomics Triwulan II-2026 di Legian, seperti dikutip dari Antara, Rabu (9/9).

Secara nasional, SMI mencatat total komitmen pembiayaan daerah mencapai Rp37,19 triliun hingga Juli 2026. Pembiayaan tersebut diakses oleh 79 pemerintah daerah untuk 96 proyek. Wilayah Jawa menjadi penerima pembiayaan terbesar dengan nilai komitmen Rp15,8 triliun untuk 15 fasilitas publik. Proyek yang dibiayai melalui skema pinjaman daerah tersebut mencakup pembangunan jalan, rumah sakit, pelabuhan, pasar, jaringan irigasi pertanian, hingga fasilitas publik lainnya.

Di Bali, terdapat tujuh pemerintah daerah yang mengakses pinjaman daerah dari SMI. Pembiayaan tersebut antara lain digunakan untuk perluasan RSUD Bangli serta pembangunan infrastruktur jalan di Gianyar dan Badung.

Sementara di Nusa Tenggara, sejumlah proyek yang telah dibangun menggunakan pinjaman daerah antara lain RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Pasar Jelojok di Lombok Tengah.

Skema Pembiayaan Pemulihan Ekonomi Nasional

Aradita mengatakan pembiayaan melalui skema Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 telah memberikan dampak terhadap kapasitas dan pendapatan sejumlah fasilitas publik.

Salah satunya RSUD Bangli yang memperoleh pinjaman Rp75 miliar untuk pengembangan fasilitas. Pendapatan rumah sakit tersebut tercatat meningkat dari Rp55 miliar pada 2022 menjadi Rp85 miliar pada 2023 setelah perluasan dilakukan.

Dampak serupa terlihat di RSUD Provinsi NTB. Rumah sakit tersebut memperoleh pinjaman Rp500 miliar melalui skema PEN 2021. Pendapatannya meningkat dari Rp397 miliar pada 2022 menjadi Rp525 miliar pada 2023.

“Untuk RSUD Bangli misalnya ada tambahan fasilitas sehingga kapasitas meningkat misalnya ruang perawatan, tempat tidur dan akses kesehatan masyarakat. Begitu juga jalan, berdampak menurunkan logistik, jalan jadi bagus,” ujar Aradita.