Skandal Match-Fixing Guncang Piala AFF 2026, Empat Pemain Laos Masuk Radar Investigasi

Mengacu pada laporan media Malaysia, New Straits Times, pimpinan LFF telah melakukan pemeriksaan internal terhadap seluruh pemain. Proses tersebut berlangsung pada 2 dan 6 Agustus 2026 dengan memanggil para pemain untuk memberikan keterangan.

Dari peninjauan awal terhadap data pertandingan, pernyataan pemain, serta informasi internal, LFF menemukan indikasi yang dinilai mencurigakan. Namun, federasi belum menyatakan bahwa pemain tertentu telah terbukti melakukan tindak pidana.

Dalam proses tersebut, LFF disebut telah menandai empat pemain yang dinilai memiliki indikasi kuat untuk diperiksa lebih lanjut. Identitas keempat pemain tersebut belum dipublikasikan.

LFF kemudian mengajukan permohonan kepada kepolisian di bawah Kementerian Keamanan Publik Laos untuk melakukan penyelidikan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah temuan internal federasi memiliki dasar yang cukup untuk mengarah pada kasus pengaturan pertandingan.

https://akurat.co/olahraga/822525/sea-games-2025-panitia-minta-maaf-ke-vietnam-dan-laos-karena-masalah-lagu-kebangsaan

Dokumen yang menjadi dasar laporan tersebut juga sempat beredar di media sosial. Dokumen tertanggal 7 Agustus 2026 itu memuat permintaan LFF kepada aparat terkait untuk menyelidiki dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan olahraga, hukum pidana, perjudian ilegal, dan kemungkinan suap.

Meski demikian, penting untuk menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesimpulan resmi bahwa pemain Timnas Laos telah melakukan match-fixing. LFF juga belum mengonfirmasi pertandingan tertentu yang dianggap telah diatur.

Kecurigaan tersebut muncul di tengah performa Laos yang sangat buruk sepanjang fase Grup B Piala AFF 2026. Tim berjuluk Thim Xad itu menelan kekalahan dalam seluruh pertandingan yang mereka jalani.

Laos kalah 0-5 dari Thailand, kemudian takluk 0-4 dari Malaysia. Mereka kembali tumbang 1-4 ketika menghadapi Filipina sebelum menutup fase grup dengan kekalahan telak 2-7 dari Myanmar.

Dalam empat pertandingan tersebut, Laos kemasukan 20 gol dan hanya mampu mencetak empat gol. Catatan tersebut menjadi salah satu aspek yang ikut mendapat perhatian dalam penyelidikan internal LFF.

Selain hasil pertandingan, sejumlah kejadian di lapangan juga menjadi sorotan. Laos mengoleksi tiga kartu merah dan 12 kartu kuning selama menjalani empat pertandingan fase grup.

Phetdavanh Somsanith bahkan mendapatkan kartu merah dalam dua pertandingan berbeda. Sementara itu, Safyon Keohanam juga diusir ketika menghadapi Myanmar setelah baru enam menit berada di lapangan sebagai pemain pengganti.

Perhatian lainnya tertuju kepada Viengxay Sydavong. Pemain tersebut tercatat melakukan dua gol bunuh diri dalam dua pertandingan berbeda, masing-masing ketika Laos menghadapi Malaysia dan Filipina.

Rangkaian kejadian tersebut menjadi bagian dari informasi yang sedang ditelaah oleh LFF. Namun, seluruh dugaan tersebut tetap harus menunggu hasil penyelidikan resmi sebelum dapat ditarik kesimpulan mengenai ada atau tidaknya pengaturan pertandingan.

Jika penyelidikan kepolisian menemukan bukti yang cukup, kasus tersebut berpotensi berkembang menjadi persoalan serius bagi sepakbola Laos. Untuk saat ini, LFF memilih menyerahkan proses pendalaman kepada pihak berwenang sembari melanjutkan pemeriksaan internal.