◐

Singapura Darurat Kabut Asap! Pemesanan Liburan Turun sampai 30%

Singapura -

Singapura menjadi salah satu negara yang sangat terdampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Indonesia. Kini penurunan pesanan liburan mulai turun.

Kabut asap dari kebakaran hutan di Sumatera Selatan dan Kalimantan, Indonesia, telah terbawa ke Singapura oleh angin tenggara, kata Badan Lingkungan Hidup Nasional seperti dilaporkan oleh VN Express pada Jumat (16/10/2026).

Semakin lama, kabut asap tak hanya mengganggu kesehatan warga Singapura tapi juga industri pariwisatanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yeo Yen Ping, pendiri On A Roll Tour, mengatakan kepada Channel News Asia (CNA) bahwa beberapa bisnis pariwisata luar ruangan di Singapura mengalami penurunan pemesanan hingga 30%. Mereka menunda atau membatalkan pemesanan akibat kabut asap yang membuat udara menjadi sangat tidak sehat.

Pemesanan untuk tur kick scooter dan jalan kaki turun 10-20% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Namun, Yeo mengatakan harga hotel dan penerbangan yang lebih tinggi mungkin juga memberikan berkontribusi pada penurunan tersebut.

Tur kick scooter memberikan perjalanan sejauh 8-10 kilometer. Ketika kualitas udara mencapai tingkat yang tidak sehat, ia merekomendasikan agar pelanggan beralih ke tur jalan kaki atau pengalaman di dalam ruangan.

Yeo juga memasukkan beberapa pemberhentian ber-AC dalam turnya. Destinasi seperti Galeri Nasional, Victoria Theatre and Concert Hall, museum, dan Singapore City Gallery juga tak ketinggalan, dengan harapan turis menghabiskan sebagian waktu mereka di dalam ruangan.

Bagi perusahaan penyewaan kapal pesiar seperti Wanderlust Adventures, memiliki alternatif yang lebih terbatas karena pelanggan menghabiskan sebagian besar waktu mereka di perairan terbuka. Penyewaan kapal pesiar minimal berdurasi empat jam.

Direktur Wanderlust Adventures Quek Wee Teck, mengatakan bisnis telah turun 30% sejak September. Wisatawan menyumbang lebih dari setengah pelanggan perusahaan, dengan pengunjung datang dari Tiongkok, India, Eropa, Australia, dan Amerika Serikat.

Quek mengatakan perusahaan biasanya menerima banyak turis China selama liburan Hari Nasional mereka yang dimulai pada 1 Oktober. Sayangnya, wisata pesiar miliknya mengalami penurunan tajam tahun ini.

Sementara itu, Singapore River Cruise, yang menawarkan perjalanan 40 menit, mengatakan tidak melihat perubahan signifikan dalam bisnis, menurut CNA.

Singapura pertama kali mencatat kualitas udara yang tidak sehat terkait kabut asap tahun ini pada 4 September, ketika Indeks Standar Polutan 24 jam mencapai 101 di wilayah tengah, kata Badan Lingkungan Nasional. Itu adalah pembacaan pertama sejak Oktober 2023.

Situasi tersebut terus berlanjut dan memburuk sejak saat itu. Singapura termasuk di antara dua kota besar paling tercemar di dunia pada Selasa pagi dengan indeks kualitas udara (AQI) sebesar 193.

Operator tur di negara tetangga Malaysia juga beradaptasi dengan kabut asap.

Mint Leong, presiden Asosiasi Pariwisata Inbound Malaysia, mengatakan bahwa operator mempersingkat aktivitas luar ruangan dan menggantinya dengan kunjungan ke pusat perbelanjaan dan museum, seperti yang dilaporkan TTG Asia.

(bnl/wsw)