Sering Terlewat, 7 Bahan Makanan Ini Wajib Dicuci Dulu Sebelum Dimasak

Jakarta -

Tak hanya buah dan sayuran, beberapa bahan makanan wajib dicuci sebelum diolah. Termasuk alpukat hingga kerang yang kotorannya kerap tak terlihat.

Mencuci bahan makanan sebelum diolah kerap dianggap langkah sepele. Padahal, proses ini penting untuk menyingkirkan bakteri, residu pestisida, dan kotoran yang menempel sejak dari kebun hingga sampai ke dapur.

Sejumlah ahli gizi dan pakar keamanan pangan bahkan menegaskan, ada bahan-bahan yang tetap wajib dicuci meski terlihat sudah bersih atau kulitnya tidak ikut disantap.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari RD (31/08/2026), berikut tujuh makanan yang wajib dicuci sebelum dimasak.

1. Alpukat

Alpukat Buah yang Baik untuk Penderita DiabetesAlpukat Buah yang Baik untuk Penderita Diabetes Foto: pvproductions/Freepik

Kulit alpukat memang tidak ikut dimakan, tetapi buah ini tetap perlu dicuci sebelum dibelah. Ahli gizi Colene Stoernell menyarankan semua buah berkulit dicuci terlebih dahulu, termasuk yang kulitnya akan dibuang. Permukaan buah dapat membawa bakteri, pestisida, dan kotoran yang menempel selama proses pengemasan hingga pengiriman.

"Cucilah apa pun yang memiliki kulit luar, meski kulitnya tidak untuk dimakan, sebelum Anda memotongnya," jelas Colene Stoernell.

Alpukat di supermarket juga sebagian disentuh banyak orang. Ketika pisau membelah kulit yang kotor, kontaminan dari permukaan berpotensi ikut terbawa ke bagian daging buah. Karenanya, mencuci alpukat sebelum dipotong menjadi langkah sederhana yang sebaiknya tidak dilewatkan.

2. Biji-Bijian Utuh

Meski nantinya biji-bijian ini direbus hingga empuk dan mengembang, beras, quinoa, atau jelai (barley) tetap perlu dibilas lebih dulu.

"Biji-bijian sebaiknya dibilas hingga bersih dengan air dingin sebelum dimasak untuk menghilangkan kelebihan pati, kotoran, dan kuman. Langkah ini juga membuat nasi lebih pulen," ujar pakar pangan, Caitlin Hoff.

Khusus quinoa, setiap butirnya memiliki lapisan saponin alami yang membuat rasanya pahit jika tidak dibilas bersih. Sebagian besar merek produk ini memang mengklaim produknya sudah dicuci lebih dulu, tapi membilas sendiri tetap jadi langkah pencegahan mudah agar quinoa terasa lezat setiap kali dimasak.

3. Melon

Jangan langsung membelah melon meski bagian kulitnya tidak akan disantap. Ahli gizi Lauren Manaker mengatakan banyak orang tidak terpikir untuk membersihkan kulit melon karena hanya memakan bagian dalamnya.

Padahal, bakteri seperti Salmonella dan Listeria dapat berada pada kulit melon. Ketika buah dipotong, pisau berpotensi membawa bakteri dari kulit menuju daging buah yang kemudian dimakan.

"Klien saya sering terkejut saat saya sarankan mencuci melon sebelum memotongnya dan menghindari membeli melon yang sudah dipotong," kata Lauren.

Manaker menyarankan kulit melon dibersihkan secara menyeluruh menggunakan sikat. Ia juga memilih menghindari melon yang sudah dipotong karena tidak dapat memastikan apakah kulit buah telah dibersihkan sebelumnya.

4. Kacang-Kacangan Kaleng

Kacang kalengan memang praktis karena dapat langsung digunakan untuk memasak. Namun, Hoff menyarankan agar kacang tetap dibilas terlebih dahulu setelah dikeluarkan dari kemasan. Produk kacang kalengan biasanya dikemas bersama cairan yang mengandung garam.

Membilasnya dapat membantu menghilangkan sebagian garam yang sebenarnya tidak selalu dibutuhkan untuk menambah rasa pada masakan.

Langkah tersebut juga dapat membantu mengurangi asupan natrium, terutama bagi orang yang sedang memperhatikan konsumsi garam sehari-hari. Setelah ditiriskan dan dibilas hingga bersih, kacang dapat langsung digunakan untuk berbagai olahan sesuai kebutuhan.

5. Kaleng, Botol, dan Stoples Minuman

Kaleng soda, botol air mineral, hingga botol anggur biasanya melewati proses pengemasan dan penyimpanan berkali-kali, serta berpindah tangan sebelum akhirnya sampai ke rumah Anda.

"Saya selalu mencuci kaleng minuman apa pun sebelum membukanya, meski isinya akan saya tuang ke gelas. Kaleng-kaleng itu sudah berpindah-pindah tempat dan kotor," kata Stoernell.

Hoff menambahkan, kebiasaan ini penting untuk membersihkan kotoran dan bakteri yang menempel di permukaan luar kaleng atau botol sebelum isinya dikonsumsi, baik itu soda maupun makanan kaleng.

6. Kerang-Kerangan

tips mengolah kerang darakerang dara Foto: Getty Images/michael nero jonnes

Bagian kerang yang bisa dimakan sering tersembunyi di balik cangkang atau eksoskeleton. Meski orang-orang tidak akan memakan cangkangnya, bakteri yang menempel di permukaan cangkang berisiko berpindah ke daging kerang yang dikonsumsi.

"Cuci kerang, seperti kerang biasa (clam) dan kerang hijau (mussel), dengan air untuk menghilangkan sisa pasir, kotoran, dan butiran kasar sebelum dimasak atau disantap," ungkap pakar kesehatan, Rebecca Park.

Cara terbaik mencuci kerang, menurut Park, adalah membilasnya hingga bersih di bawah air mengalir, lalu merendamnya dalam panci berisi air dingin dan garam. Simpan di kulkas selama setengah jam sambil sesekali diaduk, lalu sikat permukaannya sekali lagi di bawah air mengalir sebelum diolah.

7. Buah dan Sayuran Segar

Baik dimakan mentah maupun diolah menjadi masakan, buah dan sayuran apa pun tetap perlu dicuci lebih dulu.

"Tidak perlu cuka, garam, atau cairan pembersih khusus. Cukup dibilas dengan air mengalir bersuhu ruang untuk menghilangkan bakteri permukaan yang mungkin menempel akibat sentuhan tangan penjamah makanan atau pembeli lain," ujar
ahli gizi Casey Seiden.

Ketujuh bahan makanan di atas mungkin terlihat sepele untuk dicuci, tapi langkah sederhana ini bisa jadi benteng pertama melawan bakteri dan kuman yang tersembunyi.

Halaman 2 dari 2

Simak Video "Hal-hal yang Perlu Diperhatikan saat Memanaskan Ulang Makanan"
[Gambas:Video 20detik] (yms/adr)