Serikat: Pekerja pabrik Renault tolak produksi senjata gantikan mobil - ANTARA News Gorontalo
Moskow (ANTARA) - Sejumlah besar pekerja di pabrik produsen mobil Prancis Renault tidak ingin memproduksi senjata di jalur perakitan mobil, kata anggota serikat pekerja CGT di Renault, Florent Grimaldi, pada Rabu.
"Kami tidak menyambut kecenderungan umum yang mengarah pada perang. Kami juga tidak menyambut baik negara-negara yang menggelontorkan miliaran euro untuk produksi senjata, sementara kita seharusnya mengalokasikan anggaran untuk petugas pemadam kebakaran, guru, rumah sakit, dan banyak sektor lain yang membutuhkan tambahan pendanaan," kata Grimaldi kepada stasiun televisi Prancis LCI.
Grimaldi menegaskan bahwa pekerja Renault menghadapi risiko pemutusan hubungan kerja (PHK) jika menolak merakit senjata.
Banyak pekerja perusahaan mengatakan kepadanya bahwa mereka "mendaftar untuk memproduksi mobil, bukan senjata," imbuh Grimaldi.
"Saya hanya akan mengutip (penulis Prancis) Anatole France, yang menulis pada 1922, 'Mereka mengira mereka mati demi negara, tetapi sebenarnya mereka mati demi para industrialis'," kata Grimaldi ketika ditanya apakah dia menganggap seruan Presiden Emmanuel Macron untuk memperkuat persenjataan dapat dibenarkan.
Grimaldi menuturkan bahwa para pekerja Renault tidak ingin mengalami perang lagi hanya untuk kembali menyadari makna perkataan Anatole France tersebut.
Pada Januari, Renault menandatangani kontrak untuk memproduksi drone bagi militer Prancis, menurut laporan BFMTV.
Pada Mei, Yulia Zhdanova, kepala delegasi Rusia dalam perundingan Wina terkait keamanan militer dan pengendalian senjata, mengatakan bahwa Eropa menggunakan infrastruktur sipil untuk keperluan militer.
Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia menyoroti aktivitas dan peningkatan pasukan NATO yang belum pernah terjadi sebelumnya di dekat perbatasan baratnya.
Kremlin menyatakan Rusia tidak mengancam siapa pun, tetapi tidak akan mengabaikan tindakan yang berpotensi membahayakan kepentingannya.
Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pekerja Renault keberatan jika pabrik mobil memproduksi senjata
Pewarta: Katriana
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.