Serasa di Indonesia! Kawasan Taiwan Ini Dipenuhi Warung Bakso hingga Sate
Jakarta -
Ada 'Kampung Indonesia' di Taichung, Taiwan. Tempat ini dipenuhi orang Indonesia yang menawarkan nasi Padang, bakso, hingga bumbu dapur khas Nusantara.
ASEAN Square di Taichung punya suasana yang akrab bagi orang Indonesia. Kawasan yang dijuluki 'Kampung Indonesia' ini dipenuhi warung makan hingga toko kelontong khas Indonesia.
Selain warga Indonesia yang menetap di Taiwan, Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga menjadi komunitas yang banyak meramaikan kawasan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Bisnis (19/09/2026), berdasarkan data terbaru dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei dan Otoritas Imigrasi Taiwan per pertengahan 2026, jumlah PMI yang saat ini berada di Taiwan berkisar antara 360.000 orang hingga mendekati 400.000 orang.
Saat akhir pekan, kebanyakan PMI datang untuk berkumpul, makan nasi Padang, bakso, dan sate, sekaligus berbelanja mie instan hingga bumbu dapur khas Indonesia. Tak heran kalau suasana di ASEAN Square terasa seperti berada di Indonesia.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima fakta menarik seputar 'kampung Indonesia' di Taichung.
1. Dari Pasar Lama Jadi ASEAN Square
Serasa di Indonesia! Kawasan Taiwan Ini Dipenuhi Warung Bakso hingga Sate Foto: Site Culinary/Visual
ASEAN Square berada di Central District, Taichung, Taiwan. Orang Indonesia di sana juga mengenalnya sebagai 'Piramid' karena bentuk gedungnya yang khas. Sebelum memakai nama ASEAN Square, kompleks perbelanjaan ini dikenal sebagai First Square.
Sejarah kawasan tersebut bermula dari Taichung City Public First Market yang dibangun pada 1908. Pasar tradisional ini kemudian hancur akibat kebakaran pada 1978 dan kawasannya dibangun kembali menjadi kompleks bertingkat yang dibuka pada 1990.
Pada 6 Juli 2016, Pemerintah Kota Taichung mengubah namanya menjadi ASEAN Square. Perubahan tersebut mengikuti perkembangan kawasan yang sudah menjadi tempat berkumpulnya komunitas dari berbagai negara Asia Tenggara, salah satunya Indonesia.
2. Ramai Jadi Tempat Kumpul Saat Akhir Pekan
Serasa di Indonesia! Kawasan Taiwan Ini Dipenuhi Warung Bakso hingga Sate Foto: Site Culinary/Visual
Lokasinya yang strategis membuat ASEAN Square mudah didatangi. Gedung ini berada di dekat Stasiun Taichung dan dapat dicapai sekitar 3-5 menit berjalan kaki. Karena itu, kawasan tersebut ramai didatangi pekerja migran dari Indonesia (PMI), Vietnam, Thailand, hingga Filipina.
Suasananya semakin ramai saat akhir pekan, terutama hari Minggu. Banyak pekerja migran datang untuk makan, belanja, bertemu teman, dan menghabiskan waktu libur.
Bukan sekadar pusat perbelanjaan, ASEAN Square juga memiliki restoran, toko kelontong, hingga tempat hiburan. Kehadiran beragam fasilitas tersebut membuat kawasan ini berkembang menjadi salah satu pusat aktivitas komunitas Asia Tenggara di Taichung.
3. Warung Indonesia Mudah Ditemukan
Serasa di Indonesia! Kawasan Taiwan Ini Dipenuhi Warung Bakso hingga Sate Foto: Site Culinary/Visual
Nuansa 'Kampung Indonesia' paling terasa dari deretan tempat makannya. Di dalam dan sekitar ASEAN Square terdapat banyak warung yang menawarkan masakan Indonesia. Makanannya pun ditujukan untuk komunitas Indonesia, sehingga cita rasanya dibuat akrab seperti masakan di kampung halaman.
Pilihan menunya beragam, mulai dari nasi Padang dengan rendang, ayam, sayur, dan sambal hingga bakso serta mie ayam. Ada pula sate ayam dengan bumbu kacang, gorengan, risoles, martabak, dan aneka kue basah.
Sejumlah warung juga menyediakan makanan halal. Keberadaan tempat makan ini memudahkan pekerja migran Muslim mencari makanan yang sesuai sekaligus melepas rindu pada masakan Indonesia.
4. Bisa Belanja Mie Instan hingga Bumbu Indonesia
Serasa di Indonesia! Kawasan Taiwan Ini Dipenuhi Warung Bakso hingga Sate Foto: Site Culinary/Visual
Bukan hanya warung makan, nuansa Indonesia juga terlihat dari toko kelontong dan minimarket Asia Tenggara di sekitar ASEAN Square. Toko-toko tersebut menyediakan berbagai produk yang sulit ditemukan di supermarket lokal Taiwan, kebanyakan toko menggunakan tulisan Indonesia jadi rasanya seperti pulang kampung.
Orang Indonesia bisa berbelanja mie instan, kecap manis, sambal botolan, bumbu rendang, terasi, santan instan, kerupuk, hingga aneka camilan. Beras, tepung, dan bahan untuk memasak sendiri juga tersedia di sini dengan harga yang masih cukup terjangkau.
Kehadiran toko-toko ini membuat ASEAN Square tak hanya menjadi tujuan kuliner, tetapi juga tempat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Terutama bagi mereka yang rindu akan produk makanan dan minuman dair Indonesia.
5. Banyak Pilihan Tempat Makan Indonesia
Serasa di Indonesia! Kawasan Taiwan Ini Dipenuhi Warung Bakso hingga Sate Foto: Site Culinary/Visual
Pilihan kuliner Indonesia di ASEAN Square cukup beragam jumlahnya ada lebih dari 20 tempat makan dan toko. Salah satu yang terkenal ada Jakarta 2 Restaurant, yang menawarkan nasi goreng ayam kampung sekitar NT$ 120 (Rp 67.000) dan sate ayam NT$ 180 (Rp 100.000).
Lalu ada juga Cafe Kenangan Taichung dengan menu andalan soto Betawi seharga NT$ 150 (Rp 84.000) dan nasi uduk NT$ 160 (Rp 89.000).
Pilihan lainnya ada Fang Fang Toko Indonesia dengan sate kambing Madura sekitar NT$ 200 (Rp 112.000). Sementara Warung Mak'E menawarkan bakso sapi urat NT$ 130 (Rp 72.000) dan mie ayam ceker NT$ 120 (Rp 67.000).
Selain di kawasan Taichung, wilayah Kaoshiung juga jadi salah satu destinasi kuliner khas Indonesia yang ada di Taiwan. Ada banyak tempat makan khas Indonesia yang menjual bakso, pecel, hingga nasi Padang dengan konsep rumah makan di Indonesia.
Halaman 2 dari 3
Simak Video "Gulai Kerapu & Sayur Tauco Kok di Nasi Padang?"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/adr)