Seorang nelayan Pangandaran meninggal dalam insiden perahu terbalik - ANTARA News Megapolitan
Pangandaran (ANTARA) - Tim Search And Rescue (SAR) gabungan berhasil menemukan seorang nelayan dalam keadaan meninggal dunia yang sebelumnya hilang selama tiga hari karena perahu ditumpangi terbalik dihantam ombak di perairan Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat, Kamis.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Bandung, Ade Dian Permana membenarkan, korban, Supriyanto (40), warga Kabupaten Pangandaran yang ditemukan di hari ketiga pencarian setelah insiden perahu terbalik, Senin (10/8).
"Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 14.10 WIB, ketika korban terakhir berhasil ditemukan oleh tim dalam kondisi meninggal dunia sekitar 2 kilometer dari lokasi kejadian," katanya.
Tim SAR gabungan melakukan operasi pencarian dan pertolongan kecelakaan perahu katir Karya Berkah yang terbalik di perairan Pantai Barat Pangandaran, Desa Pananjung, Kabupaten Pangandaran.
Operasi SAR tersebut, dilaksanakan dengan membagi kekuatan tim yakni tim Search and Rescue Unit (SRU) 1 melakukan penyisiran di sepanjang pesisir Pantai Barat Pangandaran, sedangkan SRU 2 melakukan penyisiran di perairan dari lokasi kejadian dengan radius pencarian hingga 2 kilometer.
Setelah ditemukan, korban kemudian langsung dievakuasi menggunakan Waverunner Basarnas bersama perahu pesiar dan perahu jukung untuk selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga korban.
"Dengan telah ditemukannya seluruh korban, operasi SAR secara resmi kami usulkan untuk ditutup dan seluruh unsur SAR gabungan dikembalikan ke kesatuannya masing-masing," katanya.
Sebelumnya, korban bersama enam nelayan lainnya berangkat melaut menggunakan perahu katir Karya Berkah untuk mencari ikan di perairan Pantai Barat Pangandaran, Senin (10/8) sore.
Namun saat berangkat melaut datang ombak besar yang menghantam perahu korban mengakibatkan perahunya terbalik dan semuanya berupaya menyelamatkan diri menuju bibir pantai.
Namun satu orang korban tidak diketemukan dan dinyatakan hilang di perairan Pangandaran, kemudian melakukan pencarian sampai akhirnya korban ditemukan tiga hari kemudian dengan kondisi meninggal dunia.
Pewarta: Feri Purnama
Editor : Syarif Abdullah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.