Sebelum ganti gula ke stevia, ketahui dulu efek sampingnya
Jakarta (ANTARA) - Stevia semakin populer sebagai pengganti gula, terutama bagi orang yang ingin mengurangi asupan gula atau menjaga kadar gula darah. Pemanis alami yang berasal dari tanaman Stevia rebaudiana ini dikenal memiliki rasa yang sangat manis, tetapi hampir tidak mengandung kalori sehingga banyak digunakan dalam berbagai produk makanan dan minuman.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa ekstrak stevia dengan tingkat kemurnian tinggi umumnya aman dikonsumsi. Bahkan, stevia telah disetujui penggunaannya sebagai pemanis oleh sejumlah lembaga keamanan pangan di berbagai negara.
Baca juga: Enam kandungan minuman kesehatan yang bisa mempercantik kulit
Baca juga: Mau lebih sehat? Coba ganti gula dengan ini
Meski demikian, bukan berarti stevia sepenuhnya bebas dari efek samping atau dapat dikonsumsi tanpa batas. Ada beberapa hal yang tetap perlu diperhatikan sebelum menjadikan stevia sebagai pemanis sehari-hari.
Umumnya aman jika dikonsumsi sesuai anjuran
Ekstrak stevia yang telah dimurnikan mengandung senyawa utama berupa stevioside dan rebaudioside A. Kedua senyawa inilah yang memberikan rasa manis hingga ratusan kali lebih tinggi dibandingkan gula pasir.
Dalam jumlah yang sesuai dengan batas konsumsi harian yang dianjurkan, stevia murni dinilai aman bagi sebagian besar orang. Hingga saat ini, penelitian pada manusia belum menemukan bukti bahwa konsumsi stevia murni dalam jumlah wajar dapat menimbulkan masalah kesehatan yang serius.
Karena tingkat kemanisannya sangat tinggi, penggunaan stevia biasanya juga jauh lebih sedikit dibandingkan gula biasa.
Dapat menimbulkan gangguan pencernaan pada sebagian orang
Meskipun relatif jarang terjadi, sebagian orang dapat mengalami gangguan pencernaan setelah mengonsumsi produk yang mengandung stevia.
Keluhan yang muncul dapat berupa perut kembung, mual, atau rasa tidak nyaman pada saluran cerna. Namun, dalam banyak kasus, keluhan tersebut bukan hanya disebabkan oleh stevia itu sendiri, melainkan juga oleh bahan tambahan yang dicampurkan ke dalam produk pemanis, seperti gula alkohol (misalnya eritritol atau sorbitol).
Karena itu, penting untuk membaca komposisi pada kemasan produk sebelum mengonsumsinya.
Baca juga: Khasiat daun stevia sebagai imunomodulator
Bisa meninggalkan rasa pahit
Sebagian orang juga mengeluhkan adanya rasa pahit atau menyisakan rasa pahit di pangkal lidah setelah mengonsumsi stevia.
Efek ini bukan termasuk gangguan kesehatan, tetapi dapat memengaruhi selera makan atau membuat sebagian orang kurang menyukai produk berbahan stevia, terutama jika digunakan dalam jumlah berlebihan.
Perhatikan produk campuran
Tidak semua produk yang dijual sebagai "stevia" berisi ekstrak stevia murni. Sebagian produk mengandung campuran pemanis lain, gula tambahan, atau bahan tambahan yang berbeda-beda.
Karena itu, manfaat maupun keamanannya dapat berbeda tergantung komposisi produknya. Membaca label kemasan menjadi langkah penting untuk mengetahui kandungan sebenarnya dari produk yang dikonsumsi.
Bagaimana dengan ibu hamil?
Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah apakah stevia aman dikonsumsi selama kehamilan.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak stevia yang telah dimurnikan umumnya tidak dianggap menimbulkan risiko kesehatan bagi ibu hamil jika dikonsumsi dalam jumlah rendah atau sesuai anjuran.
Penelitian terdahulu pada embrio hamster juga menunjukkan bahwa stevia tidak memengaruhi kehamilan maupun kesuburan serta tidak bersifat toksik terhadap jaringan janin. Meski demikian, hasil penelitian pada hewan tidak selalu dapat langsung diterapkan pada manusia sehingga penelitian lebih lanjut tetap diperlukan.
Hal yang perlu diwaspadai justru adalah produk stevia dari beberapa negara yang mengandung campuran bahan lain. Salah satu bahan yang tidak dianjurkan selama kehamilan adalah sakarin (saccharin), yaitu pemanis buatan yang terkadang ditambahkan ke dalam produk pemanis tertentu.
Oleh karena itu, ibu hamil sebaiknya memilih produk stevia yang telah terdaftar dan memiliki komposisi yang jelas, serta berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila masih ragu mengenai penggunaannya.
Tetap konsumsi secara bijak
Meski stevia memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan gula pasir karena hampir tidak mengandung kalori dan tidak meningkatkan kadar gula darah secara signifikan, penggunaannya tetap perlu dilakukan secara bijak.
Stevia bukanlah pengganti pola makan sehat. Mengurangi konsumsi gula tambahan secara keseluruhan, memperbanyak konsumsi buah, sayuran, biji-bijian utuh, serta menjalani gaya hidup aktif tetap menjadi langkah utama untuk menjaga kesehatan.
Dengan memilih produk stevia yang berkualitas dan mengonsumsinya sesuai anjuran, pemanis alami ini dapat menjadi salah satu alternatif bagi orang yang ingin mengurangi konsumsi gula tanpa harus mengorbankan rasa manis.
Baca juga: Apakah stevia aman untuk diabetes? Ini manfaat dan faktanya
Baca juga: Inilah pilihan pemanis alternatif selain gula yang aman bagi tubuh
Baca juga: Pemanis nol kalori sedang tren, benar kah lebih sehat dari gula?
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.