Satgas udara siapkan delapan armada tangani karhutla di Kalbar
Satgas udara siapkan delapan armada tangani karhutla di Kalbar
Sabtu, 22 Agustus 2026 16:14 WIB
Prajurit Lanus Supadio menyiapkan perbekalan untuk melakukan operasi udara dalam penanganan Karhutla di Kalbar (Antara : Rendra Oxtora)
Sebanyak enam armada ditempatkan di Lanud Supadio untuk mendukung patroli udara dan water bombing
Pontianak (ANTARA) - Satgas udara menyiapkan delapan armada untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat melalui patroli, pemadaman udara, dan operasi modifikasi cuaca.
Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setyono di Sungai Raya, Sabtu, mengatakan enam armada ditempatkan di Lanud Supadio, sedangkan dua lainnya digeser ke Kabupaten Ketapang.
"Sebanyak enam armada ditempatkan di Lanud Supadio untuk mendukung patroli udara dan water bombing, sedangkan dua armada lainnya digeser ke Kabupaten Ketapang yang memiliki jumlah hotspot cukup tinggi," kata Sidik.
Ia menjelaskan penempatan dua armada di Ketapang dilakukan karena jumlah titik panas di wilayah tersebut cukup tinggi dibandingkan sejumlah daerah lain.
"Berdasarkan data yang kami terima, sampai saat ini terdapat tiga kabupaten yang memiliki jumlah hotspot terbanyak yaitu Ketapang, Kubu Raya dan Mempawah," ujarnya.
Selain patroli dan pemadaman udara, Lanud Supadio mendukung operasi modifikasi cuaca untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah yang membutuhkan.
Sidik mengatakan bahan semai untuk operasi modifikasi cuaca telah disiapkan dan tersimpan di gudang untuk digunakan sesuai kebutuhan penanganan karhutla.
Menurut dia, pemadaman udara dengan teknik water bombing dilakukan sebagai langkah terakhir sesuai kondisi kebakaran. Pada Jumat, helikopter Sikorsky UH-60L dikerahkan untuk memadamkan karhutla di Desa Mekar Sari, Kabupaten Kubu Raya.
Sementara itu, Pemprov Kalimantan Barat terus memperkuat penanganan karhutla melalui operasi darat dan udara, terutama di wilayah yang masih memiliki potensi kebakaran tinggi.
Plt Kepala BPBD Kalbar Ridwan mengatakan berdasarkan data BMKG, jumlah hotspot kategori tinggi di 12 kabupaten turun dari 521 titik pada 19 Agustus menjadi 224 titik pada 20 Agustus.
"Pada 21 Agustus kemarin kembali mengalami penurunan dengan jumlah 32 titik. Tentunya penurunan hotspot ini akan menjadi target kami dalam penanganan karhutla dengan memasifkan keterlibatan satgas darat dan udara," kata Ridwan.
Ia mengatakan penurunan titik panas tersebut tidak terlepas dari penanganan intensif satgas darat dan udara bersama berbagai unsur untuk mencegah kebakaran meluas.
"BPBD Kalbar membagi operasi penanganan menjadi satgas darat dan satgas udara. Satgas darat berkolaborasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, Manggala Agni, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Satpol PP untuk menentukan lokasi pemadaman dan pembasahan," ujarnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Satgas udara siapkan delapan armada tangani karhutla Kalbar
Pewarta : Rendra Oxtora
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.