Satgas obsevasi kondisi 8 siswa SMP di Sorong yang sakit usai konsumsi MBG - ANTARA News Papua Tengah
Sorong (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis melakukan observasi terhadap delapan siswa SMP Muhammadiyah Al-Amin Kota Sorong, Papua Barat Daya, yang menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Sele Be Solu setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan usai mengonsumsi MBG pada Rabu (16/9).
Ketua Satgas MBG Kota Sorong Ruddy Laku mengatakan delapan siswa tersebut mengalami gejala yang dinilai lebih berat dibandingkan siswa lainnya sehingga harus mendapat penanganan di rumah sakit.
"Jadi tadi siang kami mendapat laporan dari sekolah SMP Muhammadiyah dan juga dari Dinas Kesehatan terkait dengan sejumlah siswa yang mengalami gejala muntah dan buang air besar secara terus-menerus," katanya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satgas MBG bersama bidang kesehatan langsung turun ke sekolah untuk melakukan observasi terhadap kondisi siswa.
"Dari hasil observasi, ada sekitar 26 orang yang mengalami gejala. Setelah dilakukan observasi lanjutan, ada delapan orang yang gejalanya agak berat sehingga dikirim ke Rumah Sakit Sele Be Solu," ujarnya.
Sementara itu siswa lainnya yang mengalami keluhan mendapat penanganan dari tenaga medis di sekolah, diberikan obat, dan diperbolehkan pulang.
Selain siswa, terdapat lima guru yang juga mengalami keluhan serupa. Kelima guru tersebut telah mendapat penanganan medis di sekolah dan diperbolehkan pulang.
Setelah melakukan penanganan di sekolah, Satgas MBG Kota Sorong juga meninjau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Malaimsimsa Klabalu yang menyediakan makanan MBG bagi para siswa.
"Peninjauan ini untuk melihat peralatan yang digunakan, proses pengolahan makanan, Standar Operasional Prosedur (SOP), serta meminta keterangan dari penanggung jawab SPPG dan ahli gizi," katanya.
Rudy mengatakan SPPG Malaimsimsa Klabalu melayani lebih dari 3.000 penerima manfaat yang tersebar di 10 sekolah di Kota Sorong.
"Dari 10 sekolah yang dilayani, sembilan sekolah tidak mengalami masalah. Hanya satu sekolah yaitu SMP Muhammadiyah, yang melaporkan adanya kejadian seperti ini," ujarnya.
Sementara itu salah seorang siswa kelas 8E SMP Muhammadiyah Al-Amin, Fibriana, mengatakan dirinya mulai merasakan sakit perut setelah mengonsumsi makanan yang disediakan melalui Program MBG.
"Saya merasakan sakitnya itu kemarin setelah pulang sekolah. Lauknya ada ayam, tempe, dan sayur toge. Tapi sekarang sudah agak mendingan," katanya.
Sementara itu, guru SMP Muhammadiyah Al-Amin, Hasna, mengatakan pihak sekolah belum dapat memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa.
"Keluhan murid buang-buang air besar dan ada dua siswa yang pusing. Kita tidak bisa mengatakan bahwa itu penyebabnya karena MBG," katanya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.