Satgas MBG Tulungagung petakan kekurangan dapur SPPG - ANTARA News Jawa Timur
Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur memetakan ketimpangan jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memperluas cakupan layanan program MBG kepada sasaran penerima manfaat.
Anggota Satgas MBG Tulungagung Sri Wahyuni, Senin, mengatakan, seluruh 19 kecamatan di daerah itu telah memiliki dapur SPPG yang beroperasi, namun jumlahnya belum sebanding dengan kebutuhan sasaran penerima manfaat di sejumlah wilayah.
"Secara jumlah, memang ada ketimpangan antarkecamatan untuk melayani sasaran. Jadi jumlah SPPG pada beberapa kecamatan itu belum merata karena ada yang kekurangan," kata Sri Wahyuni.
Berdasarkan pemetaan sementara, terdapat enam kecamatan yang masih membutuhkan tambahan dapur SPPG, yakni Tanggunggunung, Gondang, Pucanglaban, Pagerwojo, Sendang, dan Boyolangu.
Kondisi tersebut menyebabkan sebagian sasaran penerima manfaat belum mendapatkan layanan MBG secara optimal.
Di Kecamatan Tanggunggunung, misalnya, sekitar dua ribu sasaran masih belum terlayani.
"Dikarenakan masih ada kecamatan yang kekurangan dapur SPPG, otomatis ada sasaran yang belum terlayani, sehingga distribusi MBG belum merata," ujarnya.
Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Satgas MBG Tulungagung akan melakukan sinkronisasi data penerima manfaat bersama koordinator wilayah Badan Gizi Nasional (BGN).
Sinkronisasi data dijadwalkan pada Oktober 2026 untuk memperoleh gambaran lebih akurat mengenai jumlah sasaran yang telah menerima layanan sekaligus memetakan kebutuhan di setiap kecamatan.
Langkah tersebut diperlukan agar pengembangan layanan SPPG dapat disesuaikan dengan jumlah dan sebaran penerima manfaat, terutama di wilayah yang masih memiliki kesenjangan cakupan layanan.
"Data terakhir kami itu ada sekitar 270.000 penerima manfaat yang sudah terlayani MBG. Dengan sinkronisasi data kami ingin tahu berapa potensi sasaran pada masing-masing kecamatan yang belum terlayani," katanya.
Satgas MBG Tulungagung selanjutnya menggunakan hasil pemetaan tersebut sebagai bahan koordinasi dengan BGN dan pihak terkait dalam memperluas jangkauan layanan, sehingga distribusi program pemenuhan gizi dapat berlangsung lebih merata di seluruh wilayah kabupaten.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.