SAR Natuna cetak 29 tenaga terlisensi Medical First Responder
SAR Natuna cetak 29 tenaga terlisensi Medical First Responder
Sabtu, 5 September 2026 07:54 WIB
Diklat MFR personel Kantor SAR Natuna, Provinsi Kepulauan Riau di Kecamatan Bunguran Timur pada Agustus 2026. ANTARA/HO-Kantor SAR Natuna
Natuna (ANTARA) - Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/SAR) Kelas B Natuna, Provinsi Kepulauan Riau mencetak 29 tenaga terlisensi Medical First Responder (MFR) atau pertolongan medis darurat lanjutan, meliputi penanganan henti napas dan jantung.
Kepala Kantor SAR Natuna, Abdul Rahman dikonfirmasi dari Natuna, Jumat, mengatakan pada Jumat pagi pihaknya menyerahkan sertifikat lisensi kepada 29 personel yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan SAR MFR sejak 3 hingga 27 Agustus 2026.
Penyerahan sertifikat dilakukan di Aula Kantor SAR Natuna di Jalan H Adam Malik Bandarsyah, Kecamatan Bunguran Timur.
Ia menjelaskan 29 personel tersebut dididik dan dilatih agar dapat memberikan kontribusi nyata serta mendukung tugas-tugas operasi SAR di lapangan.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak, para instruktur, serta tim pendamping dari Balai Pelatihan SDM Pencarian dan Pertolongan yang telah mendukung penyelenggaraan pelatihan ini," ucapnya.
Selain penanganan henti napas dan jantung, katanya, selama pelatihan, para peserta juga dibekali berbagai materi pokok pertolongan medis, seperti penilaian awal korban, pengendalian perdarahan, penanganan patah tulang, hingga teknik evakuasi.
Ia berharap, ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat terus diasah agar memberikan manfaat nyata dalam setiap operasi SAR.
Kantor SAR Natuna berkomitmen untuk terus menghadirkan pelatihan serupa secara berkelanjutan guna memperkuat budaya keselamatan di seluruh wilayah kerja Kabupaten Natuna.
"Seluruh materi dilengkapi dengan praktik lapangan serta simulasi skenario kecelakaan di berbagai kondisi medan dan ruang," katanya.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.